Sabtu, 04 Maret 2017

Pilihan Ada Pada Manusia Sendiri

Wahyu 3:20 "lihat Aku berdiri di muka pintu dan mengetok;  jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Orang bertanya-tanya, jika Tuhan itu berkuasa mengapa Dia seolah-olah membiarkan sakit-penyakit dan kesusahan menimpa semua orang?  Mengapa Ia tidak langsung menyembuhkan atau memberkati?  Tentu saja Tuhan itu Mahakuasa, tetapi Dia hanya akan mengerjakan sesuatu dalam diri seseorang ketika orang itu mengijinkan Dia bekerja.  Ada orang yang berbantah lagi,  "Kalau Tuhan berkuasa, tentunya Ia dapat melakukan segala sesuatu menurut kehendak-Nya sendiri!"  Dalam sekejap mata Tuhan pasti sanggup untuk menyembuhkan, memberkati, menolong dan menyelamatkan setiap orang yang berdosa tanpa melalui proses pertobatan.

Tuhan tak ingin manusia ciptaan-Nya itu seperti robot yang dapat dijadikan apa saja.  Sesungguhnya Tuhan dapat saja memaksa setiap orang untuk bertobat dan menerima-Nya sebagai Juruselamat dalam hidupnya.  Tetapi Tuhan memberikan kepada setiap manusia free will  (kehendak bebas), sehingga manusia mempunyai hak untuk menentukan pilihannya sendiri.  Manusia dapat memilih untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya, atau sebaliknya mereka melakukan seperti orang dunia lakukan saat ini yaitu membenci, menghujat dan menolak Yesus Kristus.  Tuhan Yesus hanya berdiri di depan pintu hati setiap orang dan mengetuk.  Jika kita mendengar suara-Nya dan membukakan pintu hati bagi-Nya, Dia kan masuk ke dalam kehidupan kita.

Jadi Tuhan tak pernah memaksa kita, walaupun sesungguhnya Ia begitu ingin semua orang mendapatkan keselamatan kekal melalui iman percaya kepada-Nya,  "...tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat."  (2 Petrus 3:9).

Bahkan setelah seseorang bertobat dan lahir baru ia juga tak kehilangan kehendak bebasnya untuk memilih taat kepada firman atau tidak taat.  Yang harus disadari adalah, bahwa  "...ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,"  (Ibrani 2:2), sebaliknya kalau kita mau taat maka berkatlah yang menjadi bagian hidup kita.

Selanjutnya, Tuhanmengijinkan hal baik atau buruk terjadi di dalam hidup kita, supaya kita datang kepada-Nya.  Seseorang jika hanya mendapatkan yang baik saja, sering kali lupa bersyukur kepada Tuhan.  Ada juga manusia yang hanya mengingat Tuhan saja ketika mengalami hal baik saja.  Tuhan mengijinkan cobaan, penyakit dan tantangan hidup terjadi dalam hidup kita, supaya kita tau bahwa kita membutuhkan Tuhan.  Kita datang dan berharap hanya kepadanya.  Kita diijinkan oleh Tuhan untuk belajar mengucap syukur dalam segalah situasi.

Tuhan mengijinkan masalah datang dalam hidup kita, supaya kita belajar untuk bertumbuh lebih dewasa dalam menghadapi masalah yang ada.  Tuhan mengijinkan kita memiliki kelemahan dalam hidup kita, supaya kuasa Tuhan dapat dinyatakan,  supaya mujizat Tuhan dapat dinyatakan bagi kita.
Jadi ketika kita menghadapi tantangan dan kesulitan hidup, kita bebas untuk memilih percaya kepada Tuhan atau tidak.  Tuhan menginginkan supaya dalam seglah situasi, kita teteap datang kepada-Nya dan menanti janji-Nya, karena pasti Tuhan akan menyatakan Mujisat-Nya bagi kita.

Seperti ada tertulis “tetapi jawab Tuhan kepadaku: cukuplah kasih karuniaku bagimu. Sebab justru dalam kelemahan lah kuasaku menjadi sempurnah .  sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahan ku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku, 2 Korintus 12:9”.

"...barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran;"  Wahyu 22:11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencobaan datang dari Diri Anda sendiri

  Nats: Yakobus 1:14-15 (TB)14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apa...