Selasa, 06 Juni 2017

2 SAMUEL 17:25 VS 1 TAWARIKH 2:17. Dalam 2 Samuel (KJV dan DRB) TERTULIS, "Yitra adalah seorang bangsa Israel", TETAPI dalam 1 Tawarikh, "Yitra adalah seorang bangsa Ismail".

JAWAB : (Kategori: salah memahami isi cerita atau konteks historis) 

Alkitab LAI 2 Samuel 17:25,
Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab. KJV 2 Samuel 17:25,
And Absalom made Amasa captain of the host instead of Joab: which Amasa was a man's son, whose name was Ithra an Israelite, that went in to Abigail the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab's mother.
Now Absalom appointed Amasa in Joab's stead over the army: and Amasa was the son of a man who was called Jethra, of Jezrael, who went in to Abigail the daughter of Naas, the sister of Sarvia who was the mother of Joab.
Abigail melahirkan Amasa dan ayah Amasa ialah Yeter, orang Ismael itu.
And Abigail bare Amasa: and the father of Amasa was Jether the Ishmeelite.
And Abigail bore Amasa, whose father was Jether the Ismahelite.
Untuk memahami mengapa demikian, ikuti penjelasan berikut: Kitab Samuel

Diperkirakan ditulis oleh nabi Samuel, Natan dan Gad pada sekitar tahun 1000 SM hingga 930 SM pada masa pemerintahan Raja Saul (Thalut menurut Qur'an), raja Daud dan raja Sulaiman (Salomo). Pada waktu ini kerajaan Israel telah menjadi kerajaan besar di kawasan timur tengah. Jadi nama Israel lebih mengacu pada kerajaan / negara. Sedangkan jika berbicara sebagai suku bangsa lebih mengacu pada nama ke 12 suku bangsa Israel. Yeter/Yitra hidup pada masa raja Daud pada saat kerajaan Israel sedang berada dalam masa kegemilangannya. Itulah sebabnya dalam Kitab Samuel dia ditulis sebagai orang Israel yang lebih mengacu kepada WARGA NEGARA ISRAEL.

Ditulis pada masa pembuangan di Babel oleh Ezra sekitar tahun 450 SM. Setelah raja Salomo wafat, kerajaan Israel terpecah 2 sekitar tahun 930 SM yaitu Israel di Utara dan Yehuda di Selatan. Kerajaan Israel berakhir pada tahun 722 SM dengan ditaklukkan oleh Asyur. Sementara kerajaan Yehuda sendiri pada tahun 589 SM jatuh ke tangan Babel dan penduduknya dibuang ke Babel. Jadi pada waktu Ezra menuliskan kitab Tawarikh, kerajaan Israel telah lama lenyap. Itulah sebabnya dalam Kitab Tawarikh, Yeter/Yitra ditulis sebagai orang Ismail yang mengacu kepada KETURUNAN dari bani Ismael.
Alkitab LAI tidak tepat menerjemahkannya, seharusnya dalam 2 Samuel 17:25 adalah Israel bukan Ismail, mungkin karena Alkitab LAI mengambil sumber terjemahan Alkitab dalam bahasa lain atau untuk menghilangkan kebingungan atas perbedaan yang ada. Hal ini ternyata sudah ada jawaban atau penjelasan mengapa berbeda. Alkitab Indonesia lainnya sudah tepat menerjemahkan Israel, misal: Kitab Suci-ILT (Indonesian Literal Translation) sama seperti Teks Masoretik (naskah salinan dalam bahasa Ibrani atau bahasa asli Alkitab Perjanjian Lama) menulis Israel.
Jadi kesimpulannya :
Yeter atau Yitra adalah seorang keturunan bani Ismail namun menjadi warga kerajaan Israel.

Sama saja seperti petinju Nasim Hamed, dia warganegara Inggris, tapi lebih mengaku sebagai orang keturunan Yaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Tunda

Nats: Luk 7:36-38, 47. "Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu d...