Jumat, 23 Juni 2017

YOHANES 1:18 VS KEJADIAN 18:1 & 32:30. Dalam Yohanes TERTULIS: "hanya Yesus yang melihat Allah", TETAPI dalam Kejadian 18 & 32: "Abraham dan Yakub pun pernah melihat Allah". (bertentangan literatur).

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat) WAJAH ALLAH :
"Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu." (Keluaran 33:11) Bahasa Ibrani : VEDIBER {dan Dia berbicara} YEHOVAH {baca: 'adonay, TUHAN} 'EL-MOSYEH {kepada Musa} PANIM {wajah} 'EL-PANIM {kepada wajah} KA'ASYER {seperti yang} YEDABER {ia berbicara} 'ISY {seseorang} 'EL-RE'EHU {kepada temannya}
Ungkapan "PANIM 'EL-PANIM" atau "wajah kepada wajah" adalah ungkapan khas Ibrani yang dimengerti dengan jelas dengan kata-kata berikutnya "KA'ASYER YEDABER 'ISY 'EL
RE'EHU, seperti seseorang berbicara kepada temannya" Itulah persekutuan yang tidak berhingga, di mana tidak ada sesuatu yang disembunyikan dan tidak ada sesuatu yang terselubung.
Bandingkan dengan ayat-ayat berikut ini:
"Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: 'Aku telah melihat Allah berhadapan muka (Bahasa Ibrani: KI-RA'ITI 'ELOHIM PANIM 'EL-PANIM), tetapi nyawaku tertolong!'" (Kejadian 32:30)
"Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan Musa (VEDIBER 'IM-MOSYEH) di sana." (Keluaran 33:9)
'Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia (PEH 'EL-PEH 'ADABER-BO), terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN (UTEMUNAT YEHOVAH YABIT). Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?' (Bilangan 12:8)
"TUHAN telah bicara dengan berhadapan muka dengan kamu di
gunung dan di tengah-tengah api-" (Ulangan 5:4)
Bahasa Ibrani: PANIM BEFANIM DIBER YEHOVAH 'IMAKHEM
"Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel," (Ulangan 34:10) Bahasa Ibrani: YEDA'O YEHOVAH PANIM 'EL-PANIM

Jadi wajah Allah dalam Alkitab Ibrani adalah ungkapan khusus untuk kehadiran atau hadiran Allah. Melihat Allah hanya mungkin melalui penyingkapan diri-Nya sendiri. Kehadiran Allah tidak pernah merupakan perasaan belaka akan sesuatu yang menakutkan, melainkan selalu merupakan kehadiran suatu Allah yang dikenal, yang pribadi dan yang tersendiri.
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau." Tetapi jawabnya: "Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku." Tetapi firman- Nya: "Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani." Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup." Berfirmanlah TUHAN: "Ada suatu tempat dekat- Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan."

Musa mendapat kesempatan memandang belakang Allah merupakan bukti keterbatasan dan sekaligus bukti keakraban Musa dengan Allah. Namun dengan jelas Allah menyatakan bahwa Musa tidak akan tahan melihat wajah-Nya, sebab Musa akan mati jika melihat wajah-Nya (ayat 20).

Selanjutnya kita kaji ayat dalam Keluaran 24:10, "Lalu mereka melihat Allah Israel; kaki-Nya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dari batu nilam dan yang terangnya seperti langit yang cerah."

Hal di atas Ini dikenal dengan istilah theofani, kehadiran kemuliaan Allah, penyataan secara kelihatan dan secara supra alamiah keagungan Allah yang tertinggi dan yang tiada taranya.

Penampakan Allah atau theofani yang terjadi di era PL senantiasa terjadi dalam bentuk manusiawi atau malaikat atau juga dalam wujud gejala-gejala kosmis :
"Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci." (Yesaya 6:1)
Bahasa Ibrani: VA'ER'EH 'ET-'ADONAY YOSYEV 'AL-KISE' RAM
Nabi Yesaya mendapat penglihatan, bandingkan dengan penglihatan Yohanes di pulau Patmos yang ditulis di dalam kitab Wahyu. Demikian pula dengan Yeremia 31:3, "Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu."
Jika kita membaca Yeremia 31:1-40 maka kita akan mengetahui konteks ayat 3 yang mengandung makna alegoris di atas. Israel Utara (Efraim) akan dibina kembali, dibangun kembali dan digarap ulang. Diutarakan pula mengenai akhir dari perpecahan antara utara dan selatan dalam pengakuan bersama akan TUHAN, Allah dari seluruh bangsa itu.
"Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!" (Yeremia 31:2)
Tuhan melepaskan Israel dari pedang Firaun dan memberikan kasih karunia kepada mereka pada hari-hari mereka di padang gurun. Ini hanyalah selaku tanda dari kasih yang kekal (ayat 3) yang telah diteruskan dalam kesetiaan ilahi hingga saat Yeremia menulis ayat di atas. Sebenarnya ungkapan kepadanya dari "Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya" adalah kepadaku menurut naskah Ibrani yaitu kepada nabi Yeremia, bandingkan dengan penglihatan Yesaya di atas.

Dalam PL TUHAN saat menampakkan diri-Nya mengambil perwujudan tertentu. Misal dalam Keluaran pasal 3 dengan perwujudan api dalam semak duri, Ulangan 31:15 dalam bentuk tiang awan & tiang api atau Kejadian 32 : 30 dalam wujud manusia dan lain-lain. Penampakan inilah yang dapat dilihat oleh manusia. Tetapi wujud Allah yang sesungguhnya dalam ROH tidak pernah dilihat manusia.
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. KJV : No man hath seen God at any time, the only begotten Son, which is in the bosom of the Father, he hath declared him.
Dalam kitab PL sering diungkapkan orang penah melihat Allah (contoh-contoh perwujudan & penjelasannya yang saya sampaikan di atas). Dengan pengertian Allah bisa menampakkan wujud-Nya dengan pelbagai cara dan kadar pengelihatan menurut keperluannya. Bisa ditampakkan lewat semak duri yang terbakar, atau seperti dalam awan, menampakkan bagian-bagian "tubuh"Nya, atau wujud diri yang dikenakan-Nya sementara waktu saja dalam penampakan itu, atau lewat mimpi, penglihatan dan lain-lain. Namun tidak satupun yang betul-betul melihat sebagaimana hakekat/Dzat diri-Nya yang sesungguhnya. Sebab tidak ada orang yang tahan memandang wajah Allah (dalam hakekat-Nya) dan tetap hidup, kecuali Yesus (Keluaran 33: 20, Yohanes 6:46). Kini Yesus sendiri telah menyatakan "rupa" Allah kepada setiap manusia. Walau demikian, banyak orang tetap tidak mampu melihat "rupa" yang satu ini!
"Yang ada dipangkuan Bapa", dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan " in the bosom of the Father" maksudnya yang ada bersama- sama Bapa, ini merupakan penggambaran/ ilustrasi untuk menyatakan kedekatan, keintiman pribadi yang tak terpisahkan dalam kesamaan hakekat Bapa, seperti yang dinyatakan dalam Injil Yohanes 1:1.
"Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat," (Yohanes 5:37)
Naskah Yunani Textus Receptus Transliterasi: kai {dan} ho {yang} pempsas {mengutus} me {Aku} pater {Bapa} autos {Dia} memartureken {Dia sudah memberikan kesaksian} peri {tentang} emou {Aku} oute {tidak pula} phonen {suara} autou {-Nya} akekoate {kalian mendengar} pophote {pada suatu ketika} oute {tidak pula} eidos {rupa} autou {-Nya} heorakate {kalian sudah melihat}
Ayat di atas diambil dengan latar belakang orang-orang Yahudi yang berdialog dengan Yesus Kristus pada saat itu memang tidak pernah mendengar suara Allah apalagi melihat wajah-Nya. Perkataan itu ditujukan kepada orang-orang Yahudi dan ayat di atas berkaitan dengan ungkapan "autos memartureken peri emou", Dia yang bersaksi tentang Aku.
Ayat ini menunjuk kepada saksi Allah yang tidak kelihatan yang terdapat di dalam hati manusia. Orang Yahudi tentu akan menekankan bahwa tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Bahkan pada saat Dasa Firman (10 hukum) diberikan, "suara kata- kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara" (Ulangan 4:12).
Jadi perkataan Yesus Kristus bermakna bahwa "Memang benar Allah itu tidak kelihatan, demikian juga kesaksian-Nya, karena kesaksian-Nya itu adalah jawaban yang keluar dari hati manusia ketika manusia itu berhadapan dengan Aku." Jika kita diperhadapkan dengan Kristus, maka kita melihat di dalam Dia semua yang indah dan bijaksana; keyakinan seperti itu adalah kesaksian Allah di dalam hati kita.
Konsep ini jelas bahwa tidak seorangpun pernah melihat Tuhan. Hal ini ditekankan pula oleh Paulus kepada Timotius : "Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin" (1 Timotius 6: 16)
"Tidak ada seorangpun dapat melihat Allah dan terus hidup" (Keluaran 33:20). Karena Hakekat Allah adalah Roh dan kita manusia di bumi ini ada dalam tubuh fana, inilah yang membuat kita tidak bisa melihat-Nya. Konsep ini melanjutkan konsep yang sudah diajarkan Musa bahwa ia tidak mampu memandang wajah Allah, dan itulah sebabnya Allah memberikan pengalaman kepada Musa ia hanya bisa memandangnya dari belakang sementara kemuliaan Allah itu menerangi tempat dimana dia ada, dan menyebabkan wajah Musa bercahaya (Keluaran 34:29, 30, 35).
Yohanes juga memberikan konsep yang sama bahwa tidak ada satupun yang pernah melihat Allah : 1 Yohanes 4:12-13
4:12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
4:13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.

Ayat 12 mengajarkan hanya jika kita mengasihi sesama yang kelihatan, kita dapat mengasihi Allah yang tidak kelihatan (bandingkan ayat 20). Penyebutan Roh dalam ayat 13 menyatakan bahwa Allah telah mengaruniakan kita bagian dalam Roh Kudus-Nya. Allah hingga kini tetap bekerja dalam diri setiap orang melalui Roh Kudus yang memberi ilham atau menampakkan diri-Nya secara khusus (teofani).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencobaan datang dari Diri Anda sendiri

  Nats: Yakobus 1:14-15 (TB)14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apa...