Jumat, 24 November 2017

Yesus dalam Sejarah

Setiap orang bisa membuat cerita masing-masing namun itu hanyalah fiktif belaka. Haruslah kita menengok sejarah untuk mengetahui kebenaran supaya kita jangan sampai tersesat dan percaya akan kisah fiktif/dongeng. Kisah tentang Yesus tidak hanya ditemukan dalam catatan para murid-Nya yang disebut sebagai Injil yang menjadi bagian dalam Alkitab, namun juga dalam catatan-catatan para sejarahwan yang bukanlah pengikut-Nya. Mari kita lihat siapa Yesus menurut sejarah.

1. Agama Yesus

FLAVIUS JOSEPHUS (lahir 37 M) 
“Pada masa inilah Yesus, seorang manusia bijaksana, kalau boleh disebut manusia, karena dia adalah pelaku berbagai perbuatan yang luar biasa, pengajar orang-orang yang menerima kebenaran dengan sukacita. Dia telah menarik banyak orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi. Dia adalah Kristus, […]” (Antiquities. xviii.33).

PLINIUS SECUNDUS, PLINIUS YANG MUDA 
“Namun terbukti bahwa semua kesalahan mereka, kekeliruan mereka adalah bahwa mereka mempunyai kebiasaan untuk berkumpulpada hari-hari tertentu sebelum hari terang. Mereka akan menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Kristus seperti kepada dewa, dan mengikat sumpah dengan sungguh-sungguh bukan untuk melakukan suatu kejahatan, tetapi untuk tidak menipu, mencuri, berzina, bersumpah palsu, tidak berkhianat bila mereka harns mempertanggungjawabkannya.” (Epistles X.9)

Kesimpulan:

Jelas dari catatan sejarahwan Yesus tidak pernah tercatat sebagai Muslim. Jika Yesus memang Muslim pasti hal tersebut sudah disebutkan karena Yesus harusnya satu-satunya Muslim pada zaman itu dan seharusnya ada sisa-sisa peninggalan Islam pada zaman itu apalagi menurut catatan sejarahwan, Yesus banyak menarik baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi menjadi murid-Nya. Justru murid-murid Yesus tercatat menyanyikan pujian kepada Kristus seperti dewa, ini berarti murid-murid Yesus pada waktu itu menyembah Yesus sebagai Tuhan. Jelas ini membuktikan bahwa sejarahwan tidak pernah mencatat Yesus dan murid-murid-Nya sebagai Muslim. Lagipula, para nabi Yahudi itu tidak pernah ke Mekah untuk mencium batu hitam dan mengelilingi kuil hitam, terlebih lagi Yesus. Nama Allah pun adalah nama sembahan bangsa Arab sementara para nabi berbangsa Yahudi dan berbahasa Ibrani sehingga mereka tidak pernah mengenal Allah.

2. Mukjizat & Penyaliban Yesus

FLAVIUS JOSEPHUS (lahir 37 M) 
“[…] Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus, atas desakan orang-orang penting di antara kita, telah menghukurnnya di kayu salib, mereka yang mengasihinya sejak semula tidak melupakan Dia; […]” (Antiquities. xviii.33)

PARA ULAMA YAHUDI
”Pada hari sebelum Paskah mereka menggantung Yeshu (dari Nazaret) dan selama 40 hari sebelumnya telah beredar pengumuman yang mengatakan bahwa (Yeshu dari Nazaret) akan dilontari batu dan’ bahwa dia telah melakukan sihir dan telah menipu dan menyesatkan orang-orang Israel. Hendaknya setiap orang yang mempunyai pembelaan terhadap dia datang dan memohonkan pengampunan baginya. Tetapi karena tidak ada yang datang untuk membela dia mereka menyalibkannya pada hari menjelang Paskah” (Sanhedrin; Babilonia 43a).

Kesimpulan:
Jelas sekali menurut catatan sejarahwan dan alim ulama Yahudi, Yesus benar tersalib dan mati. Tidak pernah ada catatan bahwa yang mati bukanlah Yesus dan tidak pernah juga tercatat bahwa ada yang merasa ragu siapa yang mati. Justru dari catatan-catatan ini kita melihat mereka sangat yakin bahwa yang disalibkan dan mati adalah Kristus Yesus.
Selain itu, tercatat juga kalau Yesus benar-benar melakukan mukjizat oleh para ulama Yahudi. Hanya saja mereka menuduh Yesus melakukan mukjizat itu dengan kekuatan jahat (sihir) tepat seperti yang tertulis di dalam kisah hidup Yesus yang ditulis oleh para murid-Nya. Dari sini saja, kita bisa semakin yakin bahwa Yesus benar melakukan semua mukjizat yang tertulis.

3. Kebangkitan Yesus

FLAVIUS JOSEPHUS (lahir 37 M) 
“[…] Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus, atas desakan orang-orang penting di antara kita, telah menghukurnnya di kayu salib, mereka yang mengasihinya sejak semula tidak melupakan Dia; karena Dia telah menampakkan diri lagi kepada mereka dalam keadaan hidup pada hari yang ketiga; sebagaimana yang telah diramalkan oleh para nabi Tuhan sarna seperti puluhan ribu hal lainnya ten tang Dia. Dan kaum Kristen, yang dinarnai demikian menurut namanya, belum juga punah sampai hari ini.” (Antiquities. xviii.33)

Fakta: Kubur Yesus sampai sekarang masih kosong. Jika memang Yesus tidak pernah mati sehingga tidak bangkit, maka harusnya jika memang ada orang yang diserupakan Yesus, mayatnya harusnya tetap ada di kubur. Murid-murid Yesus sendiri dibunuh karena memberitakan tentang penyaliban dan kebangkitan Yesus Kristus. Secara logika, tidak mungkin seseorang rela mati untuk suatu yang mereka ketahui adalah sebuah kebohongan. Tentunya, murid-murid-Nya telah melihat sesuatu yang begitu ajaib yang mengubahkan sikap mereka yang tadinya pengecut menjadi rela mati demi pemberitaan Injil yang benar.

Kesimpulan:
Jelas sekali, bukti-bukti yang ada mengarah kepada kebangkitan Yesus yang adalah puncak dari kemenangan Kristus. Kebangkitan Yesus adalah hal yang membedakan Yesus dari tokoh-tokoh pemimpin lainnya. Semua orang bisa berkata “Saya nabi” atau “Saya Anak Tuhan”, namun tidak semua orang bisa membuktikannya. Hanya Yesus yang sanggup dan telah membuktikan semua pernyataan-Nya akan diri-Nya sendiri. Oleh karena itulah kita bisa percaya bahwa Yesus sungguhlah Tuhan dan Juruselamat kita. Dialah pengharapan kita. Sama seperti Dia telah bangkit dan mengalahkan maut maka semua orang yang mengikut Dia pun akan dibangkitkan dan mengalahkan maut.

Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Yohanes 11:25-26)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencobaan datang dari Diri Anda sendiri

  Nats: Yakobus 1:14-15 (TB)14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apa...