Rabu, 27 Juni 2018

MENARI DALAM BADAI KEHIDUPAN

Markus 4:35-41

Badai kehidupan dapat menimbulkan perasaan bahwa Tuhan jauh dan tidak memperdulikan kita. Ia seakan akan diam, tidak perduli, dan membiarkan kita mati-matian menghadapi badai. Akhirnya dalam ketakutan kita merasa akan tenggelam dan binasa.  Kepercayaan kepada Tuhan akan hilang karena ketakutan begitu kuatnya menguasai diri. Perhatian difokuskan pada badai permasalahan yang sedang berkecamuk, sehingga kita melupakan kehadiran Allah di tengah-tengah kehidupan. 

Danau Galilea terkenal dengan badainya.  Angin yang berhembus secara tiba-tiba dengan kekuatan yang dasyat ke tengah danau dapat menimbulkan badai.  Cuaca cerah dapa berubah secara tiba-tiba dengan datangnya badai menakutkan yang menggoncang danau itu.  Badai itu lebih sering datang pada waktu petang.  Perubahan suhu yang turun secara drastis dapat menimbulkan tekanan angin yang besar dan berhembus kencang ke tengah danau.  

Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk menyebrang pada waktu hari sudah petang.  Ia bersama murid-murid-Nya berada di perahu yang sama menyeberangi danau.  Ia menyertai murid-murid-Nya menyeberangi danau yang terkenal dahsyat anginnya.  Ia tahu apa yang dilakukan-Nya sehingga tetap berani mengajak para murid-Nya 

Datanglah angin keras menghantam perahu yang ditumpangi Yesus.  Kepanikan melanda semua orang yang ada di dalam perahu.  Mereka takut tenggelam dan binasa karena air danau sudah memenuhi perahu.  Mereka berteria-teriak panik dan akhirnya merespon secara negatif keadaan itu.  

Ketakutan yang berlebihan bisa membuat kita tidak bisa percaya kepada Tuhan yang menyertai kita.  Fokus kita hanya pada masalah yang berkecamuk saja, bukan pada kuasa-Nya.  Tuhan selalu menyertai kita.

Mari kita memohon kekuatan agar dimampukan untuk mengarahkan hati kepada Tuhan ketika menghadapi badai kehidupan.  Tuhan selalu menyertai kita dalam mengarungi kehidupan. 

Disadur dari  renugan santapan harian 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segarkan Hidup Setiap Hari

 Nats: Mzm 52:8-9 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r   akan kasih setia Allah untuk s...