Selasa, 22 Januari 2019

BUKAN TUHAN YANG MENCIPTA ORIENTASI GAY DAN LESBIAN


Kejadian 19:1-38 (TB)

Ketika saya membaca berita yang ditulis di detiknews selasa 23 Mei 2017, "Pengerebekan Pesta Gay di Kelapa Gading Jadi Sorotan Dunia." Polisi telah berhasil mengungkap praktek terselubung hubungan sesama jenis, ketika membaca berita tersebut sangatlah miris dan sedih "kok bisa?" Ini adalah salah satu dari banyak kasus yang sudah terbongkar di Indonesia bahkan sampai hari inipun masih ada. Bagi masyarakat Indonesia dan beberapa negara lain hal ini merupakan sesuatu yang dilarang keras, tapi ada juga negara-negara yang lain sudah dilegalkan salah satunya Belanda pada bulan Desember 2000, Denmark pada bulan Juni 2012. Banyaknya pengaruh yang negatif membuat moral manusia semakin lama semakin rusak. 

Tidak hanya zaman sekarang zaman dahulupun pada zaman Abraham dan Lot terutama dimana Lot dan keluarganya tinggal di Sodom dan Gomora (Kej.19) hal serupa juga terjadi kejahatan manusia semakin bertambah sehingga TUHAN berniat untuk memusnahkan seisi kota Sodom dan Gomora. Dari kisah Lot (Lot merupakan keponakan dari Abraham yang sejak kecil tinggal bersama Abraham karena orangtuanya saudara Abraham Haran meninggal (Kej. 11: 27-28; Kej. 12:5) dan keluarganya yang saya soroti yaitu "Pengaruh Lingkungan Sekitar sangatlah mempengaruhi cara pandang dan pola pikir seseorang".
       
Keputusan salah yang Lot buat berujung kehancuran. Pertama, keputusan ketika memilih tempat tinggal ketika berpisah dengan pamannya Abraham. Lot memilih tanah yang subur dan banyak air (Kej.13:10-13) menurut pemandangannya, daerah sekitar Zoar di Mesir sangatlah cocok untuk tinggal dan menetap bersama keluarganya. Padahal di daerah itu tinggal orang-orang yang sangat jahat dan sangat berdosa terhadap TUHAN (Kej. 13:13). Keputusan ini dibuat Lot berdasarkan logikanya, Lot pandang itu baik dan sangat masuk akal karena ternak yang dipunyainya sangatlah banyak tanpa mempertimbangkan penduduk yang tinggal disekitar daerah tersebut baik atau tidak dan tidak mengikut sertakan campur tangan TUHAN didalamnya. Kedua, keputusan untuk memberikan dua putrinya yang masih gadis kepada semua laki-laki sekota. Ketiga, keragu-raguan Lot untuk lari bersama utusan TUHAN meninggalkan harta yang ia miliki keluar kota. Lot lari hanya membawa istri dan 2 anak gadisnya saja.

Dari keputusan yang Lot buat pertama kali milih tempat Lot buat berdasarkan apa yang kelihatan menurut dia baik tanpa mengikut sertakan TUHAN didalamnya. Setelah Lot dan kelurganya tinggal disana banyak pengaruh lingkungan yang mempengaruhi Lot, istri dan kedua anak gadisnya. Bisa dilihat dari keragu-raguan Lot ketika ditarik lari meninggalkan kota, istri Lot yang menjadi tiang garam, dua anak gadisnya yang melakukan tipu daya atas ayahnya sehingga melahirkan keturunan yang sangat dibenci TUHAN (Kej.19: 37-38).
     
 Dari kisah keluarga Lot ini bisa dijadikan cerminan betapa pentingnya hidup takut akan TUHAN dan pendidikan (melatih diri untuk bertumbuh didalam TUHAN) yang kuat di dalam keluarga. Orang tua punya peran sangat penting dalam sebuah keluarga memberikan teladan dan juga arahan begitu juga anak-anak juga melakukan apa yang menjadi porsinya untuk mau membuka diri belajar. Jadi di sini sama-sama mau menjadi murid dimana orang tua dan anak sama-sama mau belajar melibatkan TUHAN dalam setiap aspek kehidupan mereka dan saling mengingatkan satu dengan yang lainnya untuk sama-sama bertumbuh, sehingga setiap keputusan yang dibuat tidak berujung kehancuran namun berujung kebahagiaan karena ada campur tangan TUHAN di dalamnya. Lingkungan disekitar boleh semakin jahat namun keluarga yang takut akan TUHAN tidak ikut arus justru bercahaya ditengah-tengah kegelapan. Tuhan memberkati.

DOWNLOAD LINK:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segarkan Hidup Setiap Hari

 Nats: Mzm 52:8-9 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r   akan kasih setia Allah untuk s...