Kamis, 02 Januari 2020

Memaknai Sabat

Judul: Memaknai Sabat
Nats: Mat. 12:1-14
"Pada waktu itu, pada hari Sabat , Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. 12:2 Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.  12:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,  12:4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?  12:5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? 12:6 Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. 12:7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. 12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Hari Sabat adalah frase istilah penting dalam budaya Yahudi. Penting dalam konteks ini berhubungan dengan aktivitas Allah pada hari ketujuh yaitu beristirahat. Namun demikian, banyak orang Yahudi pada masa itu yang salah memaknai hari Sabat. Banyak di antara mereka yang terjebak ke dalam ritus agamawi sehingga mengabaikan aspek-aspek penting dalam hari Sabat.

Dalam kekristenan hari Sabat (dalam konteks kita minggu) menjadi hari penting karena di hari itulah kita beribadah dan bersekutu dengan Tuhan dan saudara seiman. Ada dua aspek penting bagaimana kita dapat memaknai sabat (mengacu kepada teks di atas)

1. Hari Sabat harus berpusat kepada Tuhan
Hari Sabat adalah hari yang disediakan Tuhan bagi kita secara khusus. Oleh sebab itu kita harus menjadikan hari Sabat berpusat kepada Tuhan. Apa yang dimaksud berpusat kepada Tuhan? Yang dimaksud disini adalah menjadikan hari sabat sebagai hari khusus dimana kita menikmati berkat dari Tuhan setelah sepanjang minggu kita bekerja

2. Kasih adalah landasan yang utama
Hari Sabat bukan dibuat untuk menakut-nakuti orang akan hukuman Tuhan melainkan menjalankan kasih . Oleh karena itu kasih adalah landasan dari hari Sabat. Dengan kata lain hari Sabat harus dimaknai dengan melakukan kasih kepada orang lain.

By: Felix Justian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segarkan Hidup Setiap Hari

 Nats: Mzm 52:8-9 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r   akan kasih setia Allah untuk s...