Minggu, 17 Mei 2020

Di Ujung Penantian


https://www.dakwatuna.com/2016/08/30/82421/sesabar-penantian-sedekat-kepasrahan/#axzz6Ml6uLsq5

Nats: Yos 14:6-11
"Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: "Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea. 14:7 Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya.14:8 Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. 14:9 Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. 14:10 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; 14:11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.

Pada dasarnya menanti atau menunggu adalah hal yang membosankan. Dalam dunia ini banyak hal yang mengharuskan kita untuk menunggu. Misalkan: antri, janji, dan sebagainya. Tak jarang manusia memilih jalan pintas agar tidak menunggu terlalu lama. Jalan pintas tersebut menyebabkan seseorang seakan-akan mendapat apa yang ia inginkan namun pada kenyataannya tidaklah demikian. Mereka yang acapkali menggunakan jalan pintas justru terjebak dalam berbagai kesulitan. Kesulitan tersebut antara lain: konflik dengan sesama, tidak belajar hal baru, dan sebagainya.

Kisah dalam Yos 14:6-11 merupakan kisah yang mengajarkan kita arti pentingnya sebuah penantian. Kaleb bin Yefune adalah tokoh yang mengerti arti sebuah penantian. Ia dengan sangat setia melakukan semua tugas yang diberikan oleh Musa sambil menanti janji-janji Tuhan. Sampai pada akhirnya penantiannya membuahkan hasil yaitu ia mendapat tanah Hebron sebagai milik pusakanya.

Dari kisah di atas kita bisa belajar dua hal penting di masa-masa penantian. Pertama, belajar untuk setia. Kesetiaan sangat penting di masa-masa penantian kita akan janji Tuhan. Tanpa sebuah kesetiaan tidak mungkin kita bisa menerima janji-janji Tuhan. Lebih lanjut, kesetiaan membentuk kesabaran dalam diri kita. Dengan kesabaran yang dibentuk kita menjadi semakin dewasa dalam menyikapi janji Tuhan. Artinya apabila kita belum menerima janji Tuhan maka kesabaran kita sudah terlatih untuk menunggu janji tersebut

Hal kedua yang bisa dipelajari adalah tetap percaya. Kita sebagai orang percaya hendaknya tetap percaya pada Tuhan dalam keadaan apapun. Lebih lanjut, tetap percaya kepada Tuhan membuat kita bertahan dalam penantian untuk menerima janji-janji-Nya. Maka dari itu hendaknya kita tetap percaya karena Tuhan pasti akan menepati janji-janji-Nya.

By Felix Justian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencobaan datang dari Diri Anda sendiri

  Nats: Yakobus 1:14-15 (TB)14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apa...