Jumat, 15 Mei 2020

Jangan Menuhankan Hartamu


https://jamberita.com/read/2019/12/03/5955260/kepemilikan-dalam-islam-%E2%80%9Charta-ini-titipan-bukan-milik-kita%E2%80%9D/

Nats: Luk 12:16-21
"12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah. "

Harta atau kekayaan sejatinya menjadi incaran banyak manusia di dunia ini. Banyak orang ingin mencapai kekayaan berbagai macam cara. Cara tersebut terbagi menjadi dua yaitu cara yang benar dan tidak benar. Cara yang benar seperti kerja keras, investasi, sedangkan cara yang tidak benar yaitu merampok, mencuri dan sebagainya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa semua orang ingin memiliki kekayaan dalam dunia ini.

Konsep demikian sangat berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Yesus dalam perumpamaan orang kaya yang bodoh. Yesus mengajarkan setidaknya dua hal dalam perumpamaan ini. Pertama, janganlah menjadi manusia tamak. Tamak dapat diartikan sebagai keinginan yang berlebihan untuk memperoleh sesuatu (dalam konteks ini kekayaan). Kita sebagai orang percaya hendaknya tidak rakus atau tamak terhadap kekayaan. Ini dikarenakan ketamakan akan kekayaan dapat membuat kita lupa dengan Tuhan. Perhatikan perkataan seorang kaya di ayat 18 dan 19 ( 12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!). Perkataan ini mencerminkan dimana seorang yang kaya lebih mementingkan hartanya dibanding bersyukur atas kekayaan yang Tuhan berikan.

Hal kedua yang kita pelajari dari teks di atas adalah andalkanlah Tuhan. Perhatikan kalimat "
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." Kalimat ini mencerminkan bahwa kekayaan tidak akan membawa kita lebih dekat dengan Tuhan. Lebih lanjut, perbuatan orang kaya tersebut mencerminkan bahwa ia menuhankan uangnya, seakan akan uang itu segalanya bagi dia. Maka dari itu Yesus mencela perbuatan orang kaya yang bodoh itu.

Menjadi kaya dan memiliki harta tentu adalah dambaan setiap orang. Namun, sebagai orang percaya bukan itu fokus kita. Fokus kita adalah Tuhan. Maka dari itu apapun kondisimu sekarang bersyukurlah kepada-Nya.

By: Felix Justian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segarkan Hidup Setiap Hari

 Nats: Mzm 52:8-9 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r   akan kasih setia Allah untuk s...