Senin, 04 Mei 2020

Membentuk kesabaran


https://www.boombastis.com/samiri-pencipta-patung-sapi/190748
Judul: Membentuk Kesabaran
Nats: Kel 32:1-4
"32:1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir--kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia." 32:2 Lalu berkatalah Harun kepada mereka: "Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku." 32:3 Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun. 32:4 Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"        

Kesabaran sejatinya adalah bagian penting dalam kehidupan manusia termasuk orang percaya. Seringkali banyak masalah selesai karena manusia memilih untuk sabar dan mencari jalan keluar terbaik. Namun pada kenyataannya, manusia seringkali tidak sabar dalam menyelesaikan segala sesuatu. Ketidakabaran ini pada akhirnya menimbulkan malapetaka dalam kehidupan.

Hal yang sama juga terjadi pada bangsa Israel. Bangsa Israel tidak sabar dalam menantikan Musa untuk turun dari gunung Sinai. Ini menyebabkan mereka menyuruh Harun untuk membuat lembu emas untuk disembah sebagai allah.Tindakan ini sekaligus mencerminkan bahwa umat Israel melupakan Allah yang membebaskan mereka dari perbudakan Mesir. Pada akhirnya tindakan ini mendukakan Allah sehingga Ia menjadi marah kepada bangsa Israel juga kepada Harun selaku pemimpin umat.

Pada dasarnya kesabaran haruslah dibentuk sejak dini. Yang dimaksud sejak dini adalah sejak manusia dilahirkan ke dalam dunia. Ini dikarenakan setiap hari manusia akan mengalami banyak masalah dalam hidupnya dan tanpa sebuah kesabaran manusia akan mengalami penderitaan yang seharusnya tidak terjadi dalam hidupnya.

Pertanyaannya adalah bagaimana seorang percaya membentuk kesabarannya ? Hal pertama yang harus dilakukan adalah bertahan dalam proses yang diberikan Tuhan. Bertahan dalam proses mencakup waktu yang diberikan Tuhan. Waktu yang dimaksud adalah jawaban yang Tuhan berikan atas semua masalah yang dialami orang percaya (ekonomi, sakit penyakit, keluarga, dan sebagainya). Dengan bertahan dalam proses yang diberikan Tuhan, maka kesabaran setiap orang percaya akan dibentuk.

Hal terakhir agar orang percaya dibentuk kesabarannya adalah taat kepada Tuhan. Kesabaran itu ibarat pisau yang harus diasah agar menjadi tajam. Asahan tersebut adalah Firman Tuhan. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa jika kesabaran ingin dibentuk maka taat kepada Firman Tuhan adalah harga yang harus dibayar.

Pada akhirnya dengan kedua hal di atas maka kesabaran setiap orang percaya dapat bertumbuh dalam kesabaran mereka sehingga menjadikan mereka lebih dewasa di dalam Tuhan. Lebih lanjut, kedewasaan ini menyebabkan orang percaya semakin mengandalkan Tuhan dalam kehidupan mereka. Dengan demikian, tanpa bertahan dalam proses dan mentaati Firman Tuhan sangatlah tidak mungkin setiap orang percaya dapat bertumbuh dalam kesabaran.

By : Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segarkan Hidup Setiap Hari

 Nats: Mzm 52:8-9 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r   akan kasih setia Allah untuk s...