Selasa, 19 Mei 2020

Mengikut Yesus


https://stefanussetiawan.wordpress.com/2016/08/01/6-pertanyaan-yesus-kepada-murid-muridnya-ini-bisa-kamu-renungkan/

Nats: Mat 8:18-22
"8:18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. 8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." 8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." 8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku." 8:22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka"     

Ada lirik lagu yang bunyinya demikian, "Mengikut Yesus itulah kesukaan hatiku, kulepas semua hakku untuk mengenal kehendak-Nya dihidupku. Mengiring Yesus itulah kekuatan hidupku
Ku yakin anug’rah-Nya mampu. Jadikanku hamba yang berkenan s’lalu." Lirik lagu ini adalah ungkapan bagaimana sesungguhnya orang percaya mengikut Yesus. Mengikut Yesus haruslah dengan kerelaan hati dan ketaatan


Sebelum lagu di atas ditulis syarat bagaimana mengikut Yesus lebih dahulu terdapat dalam Mat 8:18-22. Dalam perikop ini Yesus mengajarkan ada 2 pokok penting bagaimana untuk menjadi pengikutnya. Pokok penting pertama terdapat dalam apa yang diucapkan Yesus dalam ayat 20 (Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."). Lewat pernyataan ini Yesus ingin mengajarkan bahwa motivasi sangat penting dalam mengikuti-Nya. Motivasi tersebut adalah ketulusan. Artinya mengikut Yesus haruslah tulus bukan modus (ada maunya).

Pokok penting kedua adalah mengikut Yesus dengan segenap hati. Pernyataan di samping diteguhkan dengan ungkapan Yesus pada ayat 22 ( Tetapi Yesus berkata kepadanya "Ikutlah aku dan biarlah orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."). Bagi bangsa Yahudi pemakaman sangatlah penting terutama bagi yang ditinggalkan karena merupakan perwujudan kasih kepada yang sudah meninggal. Namun, pernyataan Yesus di atas seakan-akan mengindikasikan bahwa Ia tidak peduli dengan tindakan sosial yaitu pemakaman. Sejatinya, pernyataan ini tidaklah mengekspresikan ketidakpedulian melainkan menunjukkan bahwa mengikut Yesus haruslah dengan sepenuh hati bukan setengah hati.

Sebagai orang percaya hendaklah kita memiliki cara yang benar dalam mengikut Yesus. Cara tersebut adalah dengan ketulusan hati dan segenap hati. Dengan kedua cara ini kita tidak akan terjebak ke dalam konsep yang salah dalam mengikut Yesus.

By: Felix Justian Harnanta



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Barter Tuhan dengan Apapun

 Nats: Mat 19:16-24 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hi...