Senin, 01 Juni 2020

Jangan Memaksa Tuhan


https://sangsabda.wordpress.com/2011/05/05/yesus-memberi-makan-lima-ribu-orang/

Nats: Yoh 6:14-15

"6:14 Ketika orang-orang itu melihat mujizat  yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia. " 6:15  Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.





Kehidupan orang percaya tentu tidak pernah lepas dari yang namanya mukjizat. Mukjizat didefinisikan sebagai perkara dari Tuhan yang melampaui pikiran manusia. Salah satu mukjizat yang dibuat oleh Yesus adalah memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan. Peristiwa ini berawal dari kekuatiran para murid mengenai apa yang akan dimakan oleh banyak orang. Kekuatiran itu dijawab dengan mukjizat 5 roti dan 2 ikan. Bahkan dikatakan bahwa setiap keluarga membawa 12 bakul penuh.

Meski kehidupan orang percaya erat dengan yang namanya mukjizat, namun ada satu hal yang perlu diperbaiki. Hal itu adalah persepsi mengenai mukjizat. Acapkali orang percaya memaksa Tuhan untuk melakukan mukjizat baginya. Persepsi demikian adalah persepsi yang salah. Dikatakan persepsi yang salah karena mukjizat sejatinya adalah kehendak mutlak dari Tuhan. Maka dari itu manusia tidak bisa memaksa Tuhan untuk melakukan mukjizat.

Persepsi yang salah mengenai mukjizat harus segera dibenarkan. Pembenaran tersebut bisa dilakukan dengan mengerti tujuan dari mukjizat itu ada. Tujuan pertama adalah menyatakan kasih Tuhan. Sebelum mengadakan mukjizat, Yesus selalu digerakkan oleh kasih kepada orang lain. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kasih adalah landasan Yesus untuk melakukan mukjizat.

Tujuan kedua adalah untuk menyatakan kuasa-Nya. Pada waktu Yesus melayani banyak orang-orang yang mengaku sebagai nabi, ahli penyembuh dan sebagainya. Namun, tak jarang dari apa yang dilakukan mereka semuanya palsu adanya. Maka dari itu Yesus ingin menunjukkan bahwa Ia adalah Tuhan yang berkuasa atas hidup seseorang.

Sebagai orang percaya hendaknya kita memahami tujuan dari mukjizat. Dengan memahaminya maka tidaklah mungkin kita memaksa Tuhan untuk melakukan mukjizat.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segarkan Hidup Setiap Hari

 Nats: Mzm 52:8-9 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r   akan kasih setia Allah untuk s...