Kamis, 09 Juli 2020

Ibadah yang Sejati


http://doa.sabda.org/daud_mazmur_doa
Nats: Mzm 50:7-15

"Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! 50:8 Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku? 50:9 Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, 50:10 sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. 50:11 Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku. 50:12 Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. 50:13 Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? 50:14 Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! 50:15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku."

Ibadah sejatinya adalah hal penting bagi setiap orang percaya. Namun, dewasa ini masih banyak orang percaya yang tidak mengerti esensi dari ibadah. Banyak dari mereka menganggap ibadah hanya sebagai rutinitas semata. Ada juga yang menganggap sebagai kewajiban bagi setiap orang percaya. Tak jarang banyak dari setiap orang percaya mulai tidak mengerti apa dan mengapa penting untuk beribadah.

Dalam Mzm 50:7-15 ada dua prinsip penting tentang ibadah yang sejati. Prinsip pertama adalah ketulusan hati. Acapkali banyak orang percaya beribadah kepada Tuhan dengan pamer. Mereka ingin dilihat paling rohani di antara yang lain. Sikap seperti inilah yang membuat ibadah kehilangan esensinya. Lebih lanjut, Tuhan tidak membutuhkan apapun yang kita miliki seperti harta, kekuasaan dan segala sesuatu yang bersifat duniawi. Ini dikarenakan segala yang ada di dunia ini adalah milik Tuhan. Tuhan hanya membutuhkan ketulusan hati kita dalam sebuah ibadah karena ketulusan hatilah yang membuat seseorang dapat memaknai arti ibadah sesungguhnya.

Prinsip kedua adalah iman yang benar. Yang dimaksud disini adalah seorang percaya harus beribadah dengan iman yang sungguh-sungguh kepada Tuhan. Artinya mereka harus benar-benar percaya bahwa Tuhan akan menolong dan tidak mengandalkan pertolongan ilah-ilah lain. Dengan demikian, tanpa iman yang benar tak mungkin seorang percaya dapat memiliki konsep ibadah yang sejati.

Pada akhirnya marilah kita sebagai orang percaya memiliki konsep yang benar mengenai ibadah. Jangan sampai kita terjatuh kedalam konsep yang salah karena dapat menghilangkan esensi ibadah itu sendiri.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segarkan Hidup Setiap Hari

 Nats: Mzm 52:8-9 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r   akan kasih setia Allah untuk s...