Rabu, 02 September 2020

Mewujudkan keadilan

 

Nats: 1 Kor 6:1-11

6:1 "Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus? 6:2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia?  Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti? 6:3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari. 6:4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat? 6:5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya? 6:6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?  6:7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? 6:8 Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu. 6:9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, 6:10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu.  Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita. 

Keadilan sejatinya menjadi bagian penting dalam kehidupan umat manusia. Ini dikarenakan keadilan menjadikan kehidupan manusia lebih tertata dan harmonis. Namun demikian, acapkali banyak manusia yang tidak bisa mewujudkan sebuah keadilan di dalam lingkungannya. Banyak di antara mereka yang akhirnya merasa tertindas akibat peraturan yang dibuat oleh kalangan tertentu. Pada akhirnya keadaan ini menimbulkan protes dari kalangan pihak khususnya yang dirugikan. 

Sebagai orang percaya tentu mewujudkan keadilan menjadi harga yang tak dapat ditawar bagi kehidupan Kristen. Dari teks di atas kita sebagai orang percaya belajar beberapa hal penting berkaitan dengan mewujudkan keadilan. Pertama, keadilan harus diwujudkan dengan cara yang benar. Cara yang dimaksud adalah menggunakan hikmat dari Tuhan. Setiap orang percaya sudah tentu kita diberikan hikmat oleh Tuhan. Hikmat inilah yang perlu dipakai agar setiap masalah dapat diselesaikan dengan adil. Misalkan: pembagian uang saku yang merata dari orang tua kepada anaknya, pembagian kasih sayang yang sama,  dan sebagainya. Pada akhirnya, dengan cara-cara demikian seorang percaya dapat mewujudkan keadilan dalam kehidupannya.

Kedua, mintalah nasehat kepada orang yang benar. Yang dimaksud orang benar adalah saudara seiman kita. Konteks teks di atas adalah banyak orang percaya yang meminta keadilan justru kepada orang-orang yang salah (penyembah berhala, pemabuk dan sebagainya). Jika yang terjadi seperti ini maka keadilan tidak akan benar-benar terwujud. Maka dari itu perlu meminta nasehat dari sesama orang percaya agar keadilan dari Kristus benar-benar terwujud.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencobaan datang dari Diri Anda sendiri

  Nats: Yakobus 1:14-15 (TB)14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apa...