Jumat, 30 Oktober 2020

Jangan Barter Tuhan dengan Apapun


 Nats: Mat 19:16-24

Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? " 19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." 19:18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, 19:19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. " 19:20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" 19:21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. 19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Salah satu sistem penukaran pada zaman dulu adalah barter. Barter adalah sistem tukar menukar uang yang sudah ada sejak zaman dulu.  Banyak orang zaman dulu jika menginginkan sesuatu namun tidak memiliki uang maka mereka melakukan barter.  Misalkan: ingin beras maka barter dengan daging, gula dengan sayuran dan sebagainya.

Teks di atas mengajarkan kita setidaknya dua hal mengenai barter.  Pertama, pengenalan akan Allah tidak bisa ditukar dengan apapun. Artinya saat kita ingin mengenal Allah jangan pernah berpikir untuk bisa menukar yang kita punya demi pengenalan tersebut. Orang kaya dalam teks di atas adalah contoh bagaimana seseorang ingin menukar pengenalan akan Allah dengan apa yang dimiliki (uang). Perbuatan tersebut pada akhirnya sia-sia saja karena pengenalan akan Allah itu tidak bisa ditukar dengan apapun.

Kedua, pergunakanlah waktu dengan bijak. Manusia tidak pernah tahu kapan saatnya akan datang. Oleh karena itu kita sebagai orang percaya harus menggunakan waktu sebaik mungkin untuk mengenal Tuhan. Dengan melakukan hal ini maka kita tidak akan pernah menyesal dalam menjalani kehidupan yang Tuhan berikan.

 

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Tunda

Nats: Luk 7:36-38, 47. "Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu d...