Jumat, 25 Desember 2020

Memaknai Natal di tengah Pandemi

Nats: Luk 2:1-11.

Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. 2:2 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. 2:3 Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. 2:4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem,--karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud-- 2:5 supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. 2:6 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, 2:7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud.

Tahun 2020 adalah tahun yang penuh dengan masalah yang tak terduga. Salah satunya adalah pandemi yang terjadi. Ini berdampak kepada perayaan natal di setiap Gereja. Natal yang biasanya dirayakan dengan hiruk pikuk sekarang dirayakan dengan keadaan yang sangat sepi. Bahkan banyak Gereja yang tidak merayakan natal secara offline melainkan online.

Dari realita ini kita sebagai orang percaya diajak untuk merefleksikan natal meski dalam keadaan yang tidak hiruk pikuk. Pertama, natal adalah peristiwa tepat untuk kita merasakan sukacita. Di tengah masa seperti ini sangat sulit bagi kita untuk merasakan sukacita. Namun demikian, kita harus tetap merasakan sukacita di hari natal. Sukacita yang dimaksud adalah sukacita karena Tuhan memberikan damai sejahtera untuk kita.

Kedua, natal adalah saat yang tepat kita merasakan penyertaan Tuhan selama hidup kita. Selama tahun ini kita sudah melalui banyak hal baik suka maupun duka. Di natal inilah momen tepat kita merasakan bahwa Tuhan selalu menyertai kita dalam segala hal.

MERRY CHRISTMAS 

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kolom Opini: Kasus Giselle Anastasya

 KOLOM OPINI Kronologi: Polisi telah menetapkan penyanyi Gisella Anastasia atau Gisel dan pria berinisial MYD sebagai tersangka dalam kasus ...