Senin, 08 Februari 2021

Sekolah Tuhan

 

Nats: Kel 2:15-22

"Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri s  dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur. 2:16 Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan w  untuk memberi minum kambing domba ayahnya. 2:17 Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka. 2:18 Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: "Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?" 2:19 Jawab mereka: "Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba." 2:20 Ia berkata kepada anak-anaknya: "Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan." 2:21 Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa. 2:22 Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya: "Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing." 

Sekolah sejatinya adalah tempat dimana seseorang dibentuk dalam berbagai segi seperti karakter, spiritual, akademis dan sebagainya. Berbagai pembentukan di atas diberikan dengan suatu tujuan agar menciptakan peserta didik yang berwawasan dan berkarakter. Namun demikian, di balik itu semua perlu ada kerjasama semua elemen pendidikan. Kerjasama tersebut meliputi kerelaan untuk dibentuk, kerelaan untuk diajar dan sebagainya.

Sebagai orang percaya kita tidak hanya menerima pendidikan dari sekolah melainkan juga dari Tuhan. Pendidikan ini berfungsi agar kita menjadi orang percaya yang tangguh secara mental dan kuat secara spiritual. Salah satu contoh orang yang dibentuk oleh Tuhan adalah Musa. Musa adalah orang yang mengalami pembentukan Tuhan secara langsung. Ia dipersiapkan menjadi seseorang yang akan mengeluarkan Israel dari Mesir. Pembentukan yang diberikan Tuhan berupa karakter, spiritualitas dan jati diri. Tuhan membentuk karakter Musa menjadi orang yang paling lemah lembut. Tuhan juga membentuk spiritualitas Musa menjadi seseorang yang dekat dan selalu mengandalkan Tuhan. Sampai pada akhirnya Musa menemukan identitas atau jati dirinya.

Pada akhirnya sebagai orang percaya hendaklah kita menyadari bahwa pembentukan Tuhan sangat penting. Terlepas dari itu hendaknya kita memiliki kerelaan untuk dibentuk sehingga dapat mengalami pembentukan Tuhan.

By: Felix Justian Harnanta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ekspresi Penyembahan

Nats: Kel 40:1-3 "Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: Pada hari yang pertama dari bulan pertama haruslah engkau mendirikan kemah suci, yakn...