Kolom Opini: Perspektif Kristen terhadap Video games

 

Video games sejatinya memiliki pengaruh yang besar terhadap sistem keagamaan tanpa terkecuali. Ini terjadi karena video games berkaitan erat dengan nilai-nilai religius suatu agama tertentu. Andy Robertson menjelaskan bahwa dalam video games banyak dijumpai kisah-kisah atau ritual-ritual suatu keagamaan tertentu. Lebih lanjut, selain kisah-kisah religius terdapat juga kisah-kisah mitologi seperti dewa-dewi yang sangat akrab dengan kehidupan masyarakat sekarang. Pada akhirnya tak jarang banyak orang memainkan video games karena merasa dekat dengan kehidupannya.

Video games memiliki pengaruh baik secara positif maupun negatif di dalam kekristenan. Salah satu pengaruh positif tersebut adalah melatih untuk berimajinasi. Zachary Oliver menjelaskan bahwa dalam  kekristenan seringkali terdapat banyak gambaran-gambaran atau perumpamaan-perumpamaan seperti yang terdapat dalam Matius 5. Gambaran-gambaran tersebut tentu membutuhkan imajinasi untuk bisa membayangkannya kemudian melakukannya. Disinilah peran video games sangat dibutuhkan. Orang yang terbiasa bermain video games imajinasinya sudah terlatih untuk melakukan sesuatu yang memerlukan imajinasi. 

Selain pengaruh positif video games juga memberikan pengaruh negatif dalam kehidupan kekristenan.  Pengaruh negatif tersebut adalah mengajarkan kekerasan secara tidak langsung.  Adegan-adegan kekerasan yang dimaksud adalah berkelahi, membunuh, dan sebagainya.  Banyak game yang menyajikan adegan-adegan kekerasan seperti The Last of Us 2, Mortal Kombat, dan sebagainya.

Pada hakikatnya tidak ada nasehat Firman Tuhan secara eksplisit berhubungan dengan video game. Namun terdapat beberapa prinsip bagaimana seharusnya orang Kristen memaksimalkan waktu. Prinsip-prinsip inilah yang pada akhirnya menjadi pedoman untuk menyikapi video games. Dalam Perjanjian Lama ajakan ini terdapat di dalam Mazmur 90:12.  Mengenai ayat ini Tremper Longman mengatakan, “Pemazmur mengajak setiap pembacanya untuk merenungkan bahwa hidup ini sangat singkat.” Lebih lanjut, ia mengatakan, “Pemazmur juga mengajak agar setiap orang memiliki hati yang bijak agar dapat mengambil keputusan terbaik di waktu yang tepat.”

Dalam Perjanjian Baru ajakan untuk menggunakan waktu dengan bijak terdapat dalam Efesus 5:16.  Mengenai ayat ini Larkin mengatakan, “Kata exagorasomenoi paling tepat diartikan sebagai memaksimalkan waktu sebaik mungkin.” Bruce menambahkan, “Kata itu digunakan oleh Paulus dalam konteks pemberitaan injil." Dengan kata lain, Rasul Paulus mengajak setiap jemaat di Efesus untuk memaksimalkan waktu yang ada dengan menjadi saksi Kristus dimanapun mereka berada.

Kesimpulan:

Video games adalah sebuah perangkat permainan yang dibuat dengan suatu tujuan yaitu menghibur para pemainnya.  Namun demikian, seiring berjalannya waktu tujuan tersebut bukan hanya menghibur melainkan untuk menyeberangkan nilai-nilai pengajaran di dalamnya.  Nilai- nilai tersebut sangat bervariasi misalkan: persahabatan, cinta, kesetiaan, dan sebagainya.

Video games pada akhirnya juga memberikan pengaruh kepada setiap yang memainkkannya.  Misalkan: orang yang sering memainkan games bergenre adventure akan memiliki semangat untuk memecahkan masalah di hidupnya, orang yang suka games bergenre strategi secara tidak langsung kesabaran dan ketelitiannya dilatih, dan sebagainya.  Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa video games memiliki pengaruh yang cukup besar.

Saran:

Setiap orang percaya harus bijak dalam menyikapi setiap ajaran yang ada di dalam video games.  Ini dikarenakan tidak selalu ajaran video games bermuatan positif bisa saja bermuatan negatif.  Lebih lanjut, setiap orang percaya harus memanajemen waktunya dalam bermain video game.  Video games boleh saja untuk dimainkan namun jangan terlalu sering karena dapat mengakibatkan kecanduan.

Gereja harus memberikan pengajaran kepada kepada jemaat mengenai video games.  Ini menjadi penting karena sekarang video games menjadi perangkat utama untuk refreshing dan mencari hiburan.  Jika tidak ada pengajaran yang benar tentang bagaimana menyikapi video games maka akan menyebabkan setiap orang percaya terjebak ke dalam nilai-nilai yang salah (kekerasan) dan sikap yang salah (kecanduan).

DAFTAR PUSTAKA:

Oliver, Zachery. Are Video Games the New Religion? Dalam https://theologygaming.com/are-video-games-the-new-religion/ Internet: Diakses 9 Oktober 2020.

 Tyler, “Thinking Biblically about Violence in Gaming.” https://thereformedgamers.com/2020/10/05/thinking-biblically-about-violence-in-gaming/  Internet: Diakses 17 Oktober 2020.

Longman III, Tremper. Psalms: Tyndale Old Testament Commentaries. Illnois: Intervasity Press, tt

Larkin, Walter J. Ephesians: A Handbook on the Greek Text. Texas: Baylor University, 2009. 

F.F. Bruce, The Epistles to the Colossians, to Philemon, and to the Ephesians: The New International Commentary on The New Testament.  Michigan: Eerdmans Publishing, 1984. 


 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kala Kucari Damai (Lirik & Chord)

Pribadi Yang Mengenal Hatiku (Lirik & Chord) Jacqlien Celosse

Ujilah Aku Tuhan (Lirik & Chord)