Kolom Opini: Video game dan dampaknya


                                                                        KOLOM OPINI

Dewasa ini game menjadi sesuatu yang sulit dilepaskan oleh manusia khususnya anak-anak. Namun demikian, banyak dari anak-anak yang masih belum bisa menguasai diri dalam bermain game sehingga mengalami kecanduan. Salah satu rumah sakit jiwa di Jawa Barat mencatat mencatat, sejak 2016, ada 209 anak dirawat terkait adiksi internet dan games.  Rata-rata tiap bulan 10-12 anak melalui rawat inap/jalan di RSJ Jawa Barat di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat ini. Pasien anak ini berusia 8-15 tahun. Dokter spesialis kejiwaan di Jawa Barat Lina Budiyanti menyatakan bahwa orang tua pasien mengeluh putra-putrinya tidak bisa lepas dari gawai. Namun, dari pemeriksaan, biasanya sudah ada kondisi medis lain yang menyertai (komorbiditas).  Gangguan lain ini antara lain depresi, trauma dengan lingkungan sekitar, atau memiliki Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHA).

Dari data di atas dapat dilihat bahwa pengaruh game sangatlah besar. Pengaruh tersebut bahkan sampai membuat seseorang bisa mengalami kecanduan. Namun demikian, beberapa penelitian menyatakan bahwa video games memiliki dampak yang positif. Sebuah penelitian di Universitas of California tahun 2013 menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan berpikir yang dialami oleh remaja berusia 16 sampai 18 tahun akibat bermain video games selama dua belas jam dalam kurun waktu satu bulan.

Peneliti lain bernama Max Planck dari Institute for Human Development and Charite Universitie menemukan bahwa bermain video game dapat meningkatkan kapasitas memori seseorang. Penelitian tersebut dilakukan pada bulan November 2013 dengan mengambil dua grup anak remaja. Grup pertama berisi orang-orang yang tidak pernah bermain video game sedangkan grup kedua adalah orang yang bermain video game (Super Mario) selama 30 menit dalam dua bulan. Dari penelitian itu didapatkan bahwa kelompok otang yang bermain video game memiliki daya ingat yang tinggi.

Meski terdapat dampak yang positif, video games memiliki banyak dampak negatif. Dampak pertama adalah gangguan mental. WHO (World Health Organization) memasukkan kecanduan game ke dalam daftar penyakit. Kecanduan game memicu tindakan kriminal. Salah satu contohnya ialah tujuh remaja yang mencuri uang, rokok, dan tabung gas di toko untuk membayar sewa alat game online. Perilaku ini game mirip dengan perilaku pecandu narkoba yang seringkali mencuri uang keluarganya untuk mebiayai kebiasaannya.

Dampak kedua adalah tidak peduli pada keadaan sekeliling. Tak peduli seberapa ramainya kehidupan di sekelilingnya, atau seberapa mendesaknya urusan yang sedang ditangani orang-orang disekitarnya, saat pikiran sudah fokus pada game, keadaan sekeliling sudah tak lagi penting.

Dampak ketiga adalah malas melakukan aktivitas lainnya. Dalam game, biasanya terdapat tugas yang harus diselesaikan oleh pemain. Hal ini menyebabkan pemain fokus untuk menyelesaikan tugas tersebut dan mulai mengabaikan tanggung jawabnya di dunia nyata.

Dampak terakhir adalah kesehatan tak terjaga. Orang yang telah kecanduan game biasanya akan mengabaikan kondisi fisiknya. Mereka fokus mengejar target yang ingin diraihnya. Bahkan dalam kasus terparah, game dapat menyebabkan kematian karena tak cukup beristirahat.

Sumber:

Iqbal Nurakbar, Dampak Negatif dalam Bermain Game, diambil dari https://www.kompasiana.com/iqbal_akbar/5e43348ed541df789772a833/dampak-negatif-bermain-game?page=all. Internet: Diakses 8 Oktober 2020.

Patricia D. Metzley, How do Video Games Affect Society. San Diego: Reference Press, 2015.    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kala Kucari Damai (Lirik & Chord)

Ujilah Aku Tuhan (Lirik & Chord)

Pribadi Yang Mengenal Hatiku (Lirik & Chord) Jacqlien Celosse