Hidup sebagai Anak Allah

Nats: 1 Yoh 2:28-29, 3:1-6

" Maka sekarang, anak-anakku, g  tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan h  diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya i  dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. j  2:29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, k  kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya. l

3:1 Lihatlah, betapa besarnya kasih m  yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah 1 , dan memang kita adalah anak-anak Allah. n  Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. o  3:2 Saudara-saudaraku p  yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, q  tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan r  diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, s  sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. t  3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri u  sama seperti Dia yang adalah suci. v  3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum w  Allah. 3:5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, x  dan di dalam Dia tidak ada dosa. y  3:6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia 2 , tidak berbuat dosa lagi; z  setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat a  dan tidak mengenal Dia 3 . b

Surat 1 Yohanes ditulis kepada jemaat Kristen dengan suatu tujuan yaitu mengingatkan adanya bahaya guru-guru palsu. Guru-guru palsu tersebut mengajarkan ajaran yang sangat bertentangan dengan Firman Tuhan yang disebut gnostikisme. Ajaran ini menekankan bahwa manusia tidak perlu takut akan dosa karena mereka adalah Tuhan atas dirinya.

Rasul Yohanes menjelaskan bahwa hidup anak-anak Allah tidak boleh seperti yang diajarkan guru-guru palsu. Mereka harus hidup berdasarkan kebenaran Allah yang diwujudkan melalui iman dan pengharapan kepada Kristus. Lebih lanjut, Yohanes mengingatkan bahwa sebagai anak-anak Allah hendaknya tetap berharap kepada Kristus dan jangan berharap kepada manusia apalagi sampai terhasut oleh ajaran-ajaran guru palsu

Pada akhirnya sebagai orang Kristen hendaklah kita mencerminkan kehidupan sebagai anak-anak Allah. Dengan mencerminkan kehidupan sebagai anak-anak Allah niscaya hidup kita dapat menjadi berkat bagi orang yang belum percaya.

By: Felix Justian Harnanta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kala Kucari Damai (Lirik & Chord)

Pribadi Yang Mengenal Hatiku (Lirik & Chord) Jacqlien Celosse

Ujilah Aku Tuhan (Lirik & Chord)