Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Senantiasalah Berbuat Baik

Gambar
Nats: 1 Tes 5:15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang. (1 Tes. 5:15 ITB)       Ayat ini merupakan ajaran dasar dari Kekristenan karena menekankan kasih kepada sesama. Tidak peduli apakah orang yang kita kasihi adalah teman kita ataupun musuh kita, kita tetap didorong untuk mengasihi siapa saja tanpa terkecuali. Memang untuk mengasihi musuh bukanlah sesuatu yang mudah, namun sebagai orang percaya kita harus mencobanya meskipun sulit. Pada ayat tersebut dikatakan, “ usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang. ” Bagian ini berbicara mengenai kita melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain tanpa terkecuali. Lebih lanjut, ayat di atas sejatinya berbicara tentang sikap kita yang benar terhadap musuh yaitu mengasihi tanpa syarat. Mengasihi tanpa syarat itu kita lakukan karena Tuhan juga demikian.  Renungan

Artikel: Yesus sebagai Seorang Guru

Gambar
  Gelar Yesus sebagai Anak Manusia yang mengajarkan kebenaran memiliki kaitan erat dengan pribadi-Nya sebagai seorang guru. [1]   Mengenai pribadi Yesus sebagai Guru, Welford mengatakan, “Gelar Guru( didaskalos ) muncul sebanyak dua belas kali dalam konteks kata benda pada injil Markus (4:38; 5:35; 9:17,38; 10:17, 20, 35; 12:14, 19, 32; 13:1, 14:14). [2]   Dari beberapa ayat di atas dapat dilihat bahwa Yesus adalah sosok guru yang dihormati karena otoritasnya pada masa itu             Dalam Theology Dictionary of New Testament dijelaskan bahwa seorang guru ( didaskalos ) adalah sesorang yang memiliki murid-murid di sekitarnya. [3]   Gundry menjelaskan bahwa gelar Guru mengindikasikan bahwa Yesus telah mengajar dengan otoritas kepada para murid-Nya. [4]   Sejalan dengan Gundry, Brooks menegaskan bahwa Markus menampilkan sosok Yesus sebagai guru yang penuh dengan otoritas. [5]   Singkatnya, para murid memandang Yesus sebagai Guru yang memiliki otoritas. Otoritas yang dimiliki Yesus