Selasa, 24 November 2020

Jangan Tunda

Nats: Luk 7:36-38, 47.

"Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. 7:37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.

Banyak orang sangat familiar dengan istilah menunda. Bahkan banyak orang seringkali menunda apa yang ada di depannya. Misalkan: karyawan menunda pekerjaan, murid menunda PR dan sebagainya. Pada akhirnya penundaan ini menyebabkan keberhasilan seseorang tertunda. 

Pada nats di atas terdapat pelajaran penting mengenai menunda. Perempuan berdosa adalah contoh dimana ia tidak menunda dirinya untuk memberikan yang terbaik untuk Yesus. Sebaliknya, orang farisi dan ahli taurat menunda dengan tidak memberikan yang terbaik bagi Yesus. Mereka menganggap perbuatan perempuan berdosa itu sangat tidak wajar. Dengan kata lain perbuatan perempuan itu dianggap sia-sia.

Sebagai orang percaya hendaknya kita mencontoh apa yang diperbuat oleh perempuan berdosa itu. Artinya janganlah menunda untuk berbuat kasih kepada sesama kita. Dengan demikian, kita menjadi seseorang yang dapat mempraktekkan kasih dengan baik.

By: Felix Justian Harnanta 


 

Jangan Tunda

Nats: Luk 7:36-38, 47. "Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu d...