Postingan

Artikel: Gereja sebagai suatu Umat Eskatologis

          Gereja sebagai suatu umat eskatologis merupakan konsep terakhir tentang Gereja dalam pemikiran Paulus.   Secara eksplisit konsep gereja sebagai suatu umat eskatologis terlihat dalam Flp 3:20. [1]   Mengenai ayat ini Bruce mengatakan, “Dalam ayat ini Paulus menggunakan frase politeuma yang berhubungan erat dengan politeuestai .” [2]   Hawthorne menambahkan, “Frase politeuma lebih tepat diartikan sebagai tempat kediaman.” [3]   Lebih lanjut Bruce mengatakan, “Paulus menggunakan frase ini untuk menunjuk kepada tangung jawab orang kristen yang ada di Filipi.” [4]   Tanggung jawab yang dimaksud adalah hidup sesuai dengan nilali-nilai kewarganegaraan surga. [5]   Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa konsep Gereja sebagai suatu umat Eskatologis berhubungan dengan kesesuaian nilai-nilai antara kerajaan Surga dengan perilaku di bumi.             Ayat terakhir yang mengindikasikan Gereja sebagai umat Eskatologis adalah Gal 4:24- 31. [6]   Menurut Cole frase Yerusalem surgawi ada

Tetap berharap

Gambar
  Nats: Rm 5:2-5 "Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk k   oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri l   dan kita bermegah dalam pengharapan m   akan menerima kemuliaan Allah. 5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan n   kita 1   , karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, o  

Milikilah Integritas

Gambar
Nats: 1 Tim 6:3-7 Jika seorang mengajarkan ajaran lain t   dan tidak menurut perkataan sehat u   --yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus--dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah 1   kita, 6:4 ia adalah seorang yang berlagak tahu v   padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, w   yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga,

Tuhan yang pegang kendali

Gambar
Nats: Yak 4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung"          Dewasa ini sering sekali manusia melupakan Tuhan dalam perencanaan mereka. Bahkan banyak orang yang merasa diri mampu untuk melakukan segala rencana tanpa Tuhan. Pada akhirnya mereka justru terjebak ke dalam berbagai kesalahan yang menimbulkan kerugian. Kerugian tersebut antara lain: ditipu orang, planning bertabrakan dan sebagainya. Nats di atas mengindikasikan adanya kesombongan di dalam diri jemaat yang dilayani Yakobus. Kata “ Hari ini atau besok ” menunjukkan bahwa mereka merasa memiliki kendali atas waktu, mereka bebas melakukan apa yang ingin mereka lakukan di segala waktu. Lebih lanjut, kata “ kami berangkat ke kota anu ” terkesan bahwa mereka punya kendali atas lokasi yang akan dituju. Dengan kata lain banyak sekali orang yang merasa dirinya lah yang paling berkuasa atas segala sesuat