Selasa, 28 Maret 2017

Bilangan 17:1-13 "Tongkat Harun Berbunga"



Setiap orang yang sudah ditentukan menjadi seorang pemimpin dalam berbagai bidang yang dipercayakan pada kita semuanya harus dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan akan apa yang telah dipercayakan sepenuhnya oleh Tuhan dalam hidup kita.  Jangan pernah ada keraguan dalam hati ketika kita dipercayakan suatu tanggung jawab yang besar ataupun kecil karena semuanya memiliki nilai yang sama di mata Tuhan tergantung dari setiap pribadi memandang segala sesuatu yang dipercayakan. Pengucapan syukur dalam setiap hal yang dipercayakan itu penting

Tongkat ini berbicara mengenai kepemimpinan yang dipercayakan supaya sedikit meringankan Musa dalam mengatasi bangsa Israel pada waktu itu.  Ayat 2 Allah memerintahkan kepada Musa untuk bangsa Israel mengangkat seorang pemimpin dalam setiap suku dan semuanya berjumlah 12 suku.  Kepemimpinan yang dipercayakan itu berasal dari atas, tinggal bagaimana setiap pribadi menjalankan tongkat kepemimpinan yang dipercayakan dalam hidup kita.

Ayat 3-5 ini ada terdapat perbedaan yaitu pada tongkat Harun di tulis namanya supaya ada perbedaan diantara yang lain,  adanya persungut-sungutan dari bangsa Israel sehingga Allah membuat untuk meredakan persungutan yang di timbulkan oleh bangsa Israel.  Allah telah memilih Harun untuk menjadi pemimpin dalam meredakan persungutan dari pada bangsa Israel,  sehingga persungutan yang bangsa Israel ucapkan kepada Musa Allah tidak ingin mendengar lagi setiap persungutan dari bangsa Israel.   Ada banyak kebaikan yang Tuhan sudah lakukan dalam kehidupan manusia karena persungutan itu dapat menjadi penghalang untuk Allah bekerja dalam kehidupan setiap orang.

Ayat 6-13 Allah mengatakan kepada Musa untuk meletakan setiap tongkat yang telah dikumpulkan dari setiap suku untuk di taruh dalam kemah hukum Allah,  Allah membuat keajaiban tongkat Harun berbunga di dalam kemah hukum Allah.  Ayat 8 tongkat Harun dari keturunan Lewi telah bertunas,  mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga,  dan mengeluarkan buah badam.  Ini merupakan keajaiban yang ditunjukkan Allah dihadapan bangsa Israel supaya mereka dapat melihat bukti nyata dari Allah yang hidup,  apa yang dapat Allah lakukan dan kerjakan atas bangsa Israel.   Allah sebagai pribadi yang hidup begitu nyata ketika kita mau meresponi itu dari hati,  pemikiran yang salah yang membuat orang ragu akan kedahsyatan Allah, jangan pernah membuat batasan hanya pada akal manusia karena manusia memiliki kekurangan. Ada banyak peringatan yang telah Tuhan lakukan dalam kehidupan pribadi manusia ketika ia sudah ada dalam jalan yang salah, tetapi kedegilan hati manusia yang membuat untuk manusia menolak keinginan Allah dan kebaikan Allah dalam kehidupan manusia yang telah ditawarkan.

Jangan menyepelekan hal-hal kecil yang dipercayakan dalam hidup kita, mengucap syukurlah atas semuany.

Jangan ada persungutan dalam setiap hal yang dipercayakan dalam kehidupan kita, melihatlah dari Allah pandang Allah atas segala sesuatu.

Belajar mempercayakan hidup kita pada tuntunan Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengawasi Hidup dengan Iman yang Teguh

Nats: 1 Ptr 5:8-9 Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 5:9 Law...