Sabtu, 04 Maret 2017

Hidup menurut Pandangan Sendiri



Bacaan Alkitab: Hakim-hakim 17-18

Di zaman postmodern ini, kita sering mendengar tentang kebenaran relatif. Tidak ada kebenaran yang mutlak bagi orang postmodern. Mereka beranggapan bahwa orang boleh hidup dengan kebenaran yang dipegangnya selama tidak merugikan orang lain. Mereka hidup menurut pandangan mereka sendiri. 

Inilah yang terjadi dalam bacaan Alkitab hari ini. Seseorang bisa membuat patung perak dan mengangkat anaknya sendiri sebagai imam (17:4-5) atau mengupah seorang iman bagi keluarganya sendiri (17:10-12) atau merampas barang milik orang yang lebih lemah (18:14-21), bahkan mengancam akan membunuh pemilik barang bila ia bertanya (18:25). Ada pula seorang imam yang dengan gembira berkompromi ketika mendapat kesempatan jabatan yang lebih besar dan penghasilan yang lebih banyak (18:20-21). Alkitab menyimpulkan ‘kekacauan’ ini dengan pernyataan: ‘Setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.’ (17:6).

Hidup menurut pandangan sendiri ternyata bukan hanya terjadi pada jaman hakim-hakim tetapi terlebih lagi pada zaman sekarang. Filsafat Postmodernisme mengukuhkan bahwa orang ‘boleh’ hidup menurut pandangannya sendiri.

Dalam PB, Paulus mengingatkan agar orang percaya tidak tertawan oleh filsafat dunia yang berlawanan dengan ajaran Kristus (Kolose 2:8). Orang percaya hidup dalam dunia, tetapi tidak boleh hidup dengan cara dunia. Orang Percaya harus hidup dalam kebenaran, harus hidup menurut ajaran Kristus. Apakah kita hidup menurut pandangan dunia atau menurut ajaran Kristus? Marilah kita hidup menurut ajaran Kristus karena untuk itulah kita dipanggil dan diselamatkan. Ingat filosofi ikan air laut.  Ikan air laut hidup di air asin, tetapi tidak ikut menjadi asin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Tunda

Nats: Luk 7:36-38, 47. "Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu d...