Senin, 24 April 2017

3 PLUS 1 HAL yang DILAKUKAN PEMIMPIN


Definisikan Kata Pemimpin Dalam Konteksmu


Para Pakar, buku dan artikel-artikel kepemimpinan menyediakan banyak sekali sumber untuk seseorang bisa mengerti, memahami, meneliti atau pun meninjau definisi dari pemimpin atau pun memimpin sebagai lingkup dari peran seorang pemimpin itu sendiri.

Akan tetapi, untuk keperluan artikel ini, maka Saya menyarankan Saudara akan membuat definisi pemimpin sesuai dengan konteks dimana Saudara sedang memimpin.

Ini hanya contoh:

Pemimpin adalah seorang yang memiliki daya juang, inisiatif dan ide/gagasan dan mampu memikat orang lain untuk mewujudkannya bersama-sama dengan sukarela.

Definisi itu artinya mengatakan atau mengartikulasikan apa yang Anda ketahui tentang suatu hal. Sehingga, mendefinisikan kata pemimpin ini penting setidaknya untuk beberapa alasan. Pertama, seseorang bertindak dan berperilaku berdasarkan definisi yang dipahaminya. Dengan demikian perilaku kepemimpinan seseorang adalah jelmaan pengertian pemimpin yang dipahaminya.

Kedua,  setiap pemimpin memimpin dalam konteksnya masing-masing. Kabar baiknya, ukuran bukanlah petunjuk satu-satunya dalam menegaskan seseorang adalah pemimpin, sejauh ada yang mengikuti, dan bersedia untuk dipimpin maka ia pemimpin. Tetapi yang perlu digaris bawahi adalah sebisa mungkin hindari mengkopi paste prilaku dan gaya memimpin orang lain kedalam area kepemimpinan Saudara, karena alasan yang telah disebutkan di atas. Bagaimanapun, konsep dan prilaku pemimpin yang memimpin di atas 200 orang bisa saja timpang ketika diaplikasikan pada area seseorang yang memimpin di bawah 50 orang. Tidak ada yang salah dalam hal menerapkannya, tetapi konteksnya berbeda. Maka, jadilah seasli Saudara sendiri dalam memimpin. Konteks lainnya boleh dipelajari, bisa  dijadikan pemantik semangat dan dorongan, namun untuk diaplikasikan langsung, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu.

Oleh karena itu, diakhir paragraf ini Saya akan mengingatkan apa yang dinasehatkan Kaplan & Norton bahwa Saudara tidak dapat mengelola apa yang tidak bisa diukur, dan Saudara tidak dapat mengukur apa yang tidak bisa Saudara jelaskan. Maka, bangunlah definisi pemimpin yang Saudara pahami dan dapat Saudara jelaskan dengan gamblang.

TULISKAN DEFINISI PEMIMPIN SESUAI KONTEKS SAUDARA:

Pemimpin adalah .........

3 HAL PERTAMA yang BIASANYA DILAKUKAN:

Think ( Berpikir). 

Di tahapan ini dapat memiliki beberapa dimensi, pertama berpikir tentang apa yang TUHAN ingin Saudara melakukan apa dan untuk tujuan apa. Kemudian, memikirkan dan memeriksa potensi apa saja yang ada di dalam diri Saudara, baik bakat, pengalaman, karunia, kemampuan, hati atau panggilan jiwa Saudara atau hasrat terkuat di dalam diri Saudara untuk melakukan sesuatu. Selanjutnya, berpikir dan mengamati situasi disekitar Saudara, baik lingkup  keluarga, masyarakat disekitarmu tinggal, di kotamu, di propinsi atau di negaramu, kebutuhan-kebutuhan nyata apa yang ada dalam realitas yang Saudara jumpai, yang membutuhkan jawaban dan mungkin Saudara bisa memberi jawab satu diantara sekian banyak, secara nyata dan sangat baik.

Proses yang telah Saya sebutkan di atas juga melibatkan pencatatan-pencatatan supaya tidak begitu saja dilupakan.

Saya memahami proses berpikir seperti di atas sebagai perenungan visi. Visi bukanlah sesuatu yang tiba-tiba jatuh dari langit, atau potongan permata yang bagus untuk dipandangi, tetapi sebuah proses menuju sesuatu. Jadi, ia seharusnya dibuatkan langkah-langkah nyata untuk mencapainya.

TULISKAN APA YANG TUHAN INGIN SAUDARA LAKUKAN, APA POTENSIMU, DAN KEBUTUHAN DALAM KONTEKS SAUDARA UNTUK. DIJAWAB?

1.         .........

2.         .........

3.         .........

Plan (Merencanakan). 

Setelah dirasa cukup dalam mendokumentasikan apa saja kebutuhan-kebutuhan nyata yang Saudara dapatkan, dalam proses sebelumnya, tibalah saatnya Saudara mulai duduk, mengambil, kertas, ballpoint untuk mencatat dan menyusun segala sesuatu yang ingin Saudara capai dan wujudkan.

Nolan, Goodstein dan Pfeiffer dalam buku mereka, "Plan or Die" memberikan penegasan tentang pentingnya membuat perencanaan ini, khususnya bagi para pemimpin, sebab jika tidak membuat perencanaan, maka itu sama artinya dengan merencanakan mati. Sedangkan menurut Drucker jika visi tanpa perencanaan maka itu hanyalah sebuah keinginan.

Act (Bertindak)

Pernille Jurnel dalam esainya, "Executing Strategy Using The Balance Scorecard" mengutip Zaggota & Robinson mengatakan "bukanlah persoalan seberapa cerdas dan hebatnya strategi Anda, apabila Anda tidak dapat mengeksekusinya dengan tepat. Akan tetapi sebaliknya hasilnya akan sama pula jika Anda dapat mengeksekusinya, tetapi strategi yang ada, akhirnya buruk."

Apa yang Jurnel gambarkan sangat jelas tentang pentingnya  mengeksekusi atau melaksanakan setiap strategi yang telah direncanakan.

Saya perlu menambahkan sedikit catatan disini, tentang 3 hal di atas yaitu pikir, rencanakan, lakukan, jika Saudara memiliki staf atau tim kepemimpinan maka itu artinya ada lebih banyak sumber daya yang bisa dilibatkan dalam ketiga proses tersebut. Akan tetapi, jika Saudara adalah pemimpin tunggal atau belum ada yang bisa dilibatkan dalam proses-proses tadi, maka Saudaralah orang kunci yang dapat mewujudkannya.

1 HAL INI WAJIB DILAKUKAN SETELAH 3 HAL SEBELUMNYA:

Check (Memeriksa). 

Tahapan memeriksa bisa jadi akan terdapat dua aktifitas yang berbeda didalamnya, pertama proses memeriksa segala hal yang sedang dikerjakan atau laksanakan, biasa disebut pengawasan/supervisi ataupun pendampingan. Proses ini hanya ingin memastikan setiap rencana strategis dilaksanakan dan memahami sejauh mana progres atau perkembangan penggerjaanya.

Akatiffitas memeriksa selanjutnya adalah memberikan penilaian atas pelaksanaan kegiatan atau program dari rencana strategis yang telah dibuat. Proses ini biasa disebut evaluasi. Ditahapan ini penilaian seobyektif mungkin diberikan berdasarkan ukuran dan target yang telah ditentukan sebelumnya, dan realitas apa ayang telah dicapai saat evaluasi terjadi.

Setelah tahapan pemeriksaan ini selesai, maka, jika didapatkan catatan-catatan tentang pelaksanaan program strategis tidak menunjukkan kinerja yang baik, maka dibuatkanlah RENCANA TINDAKAN untuk PENINNGKATAN KINERJA, fokus pada PENINGKATAN KINERJA sesegera mungkin, jangan lupa buatkan langkah-langkah konkritnya dan dilaksanakan.

Daftar Pustaka

Webster Dictionary Offline

Kaplan, R, S & Nolan, D, P, The Strategy Focus Organization: How Balance Scorecard Company


Timothy, N, Leonard, G, & J. William, P, Plan or Die, California: Pfeiffer & Company, 1993.

Pernile, J, Executing Strategy Using The Balance Scorecard, essay, 2014

Konsultasi dan Diskusi:
twitter : @KPreneurID


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lemah bukan Berarti Kalah

 Nats: 1 Sam 17:12-39 12 Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-lak...