Senin, 03 April 2017

Apa Arti Ilham Alkitab ?

Pertanyaan yang masih kerap diajukan adalah,  "bagaimana saya tahu kalau Alkitab diilhamkan ?"

Bahkan sampai dewasa ini, saat orang Kristen yang jumlah awalnya telah berlipat ganda dari sedikit orang menjadi ratusan juta, ada juga orang-orang meragukan ilham Alkitab.  Pada saat-saat yang berbeda, selama dua puluh abad terakhir ini, orang telah melakukan serangan tiba-tiba melawan Kitab Suci, yang oleh Gladstone disebut " Batu Karang Kitab Suci yang tak Tergoyahkan", namun tidak ada faedanya.  Kitab itu dengan teguh lebih mempengaruhi hati manusia daripada masa-masa sebelumnya.  Bapak Moody, evangelis Amerika terhebat, ditanyai apakah dia menganggap Alkitab itu diilhamkan, jawabannya singkat dan padat: "saya yakin Alkitab telah diilhamkan" , "karena Alkitab telah mengilhami saya!" tak terhitung banyaknya orang akan mengulangi jawaban ini dan yang hidupnya telah diubahkan oleh ilham yang sama.  Tidak sebatas para sarjana religius yang hebat, tetapi para sarjana kesusastraan sekuler juga menilai Alkitab tidak dapat didekati karena standar pengungkapannya yang tinggi, perumpamaannya yang bagus sekali, retorikanya yang sangat baik, wibawanya yang menawan hati manusia, keuniversalan penggunaannya, dan pengaruhnya yang dialami jiwa manusia. Di dalamnya terkandung buktin ilham itu sendiri, dan dimanapun Alkitab itu dipahami, dibaca, dan ajarannya diikuti, pengarunya menggembirakan pikiran dan memberi ilham.  Teori tentang ilham ini tidak mencegah perantaraan manusia, melainkan sebaiknya lebih menyatakan "Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." 'II Petrus 1:21'

(diambil dari: George Sandison & Staff. Bible Answer For 1000 Dificult Question. Gandumas 2013, 8-9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Tunda

Nats: Luk 7:36-38, 47. "Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu d...