Senin, 10 April 2017

Iman

Matius 9:18-26

Ada dua teladan iman yang bisa kita renungkan berangkat dari teks Injil Matius ini yaitu iman dari kepala rumah ibadat dan perempuan yang sakit pendarahan. Teladan yang pertama, iman kepala rumah ibadat. Ketika mendapati anak yang dikasihinya meninggal, ia berlari kepada Yesus, sumber kehidupan. Ia tidak peduli dengan nyanyian penuh duka dari orang –orang meniup seruling dan para pengunjung yang datang melayat, ia tidak larut dalam duka cita, tetapi imannya menggerakannya untuk datang kepada sumber penghiburan sejati, yaitu Yesus Kristus. Saat ia sujud menyembah di hadapan Yesus, saat itu ia mendapatkan penghiburan.

Teladan iman yang kedua adalah ada pada wanita yang sakit pendarahan. Wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun ini mendekati dan menjamah Yesus dengan iman, saat itu juga ada kuasa yang keluar dari Yesus menyembuhkan si wanita ini. Sesuatu yang dia dengar tentang Yesus membangkitkan Iman-nya dan membuatnya percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan penyakitnya. Si wanita ini percaya terlebih dahulu pada kebaikan, kemurahan, dan kuasa Yesus, sebelum melihat mukjizat terjadi pada dirinya.

Dia ingin kita percaya kepada setiap janji dan perkataan yang telah diucapkan-Nya. Tidak peduli seberapa buruk kondisi kita hari ini atau seberapa jauh kita telah meninggalkanNya, di saat kita percaya dengan Iman kita, dan mulai mendekat menyembah serta menjamah jubah-Nya, kita akan melihat sesuatu yang besar terjadi di dalam hidup kita, sesuatu yang mengubah, memulihkan, dan menggerakan kita. Bergerak mendekati Yesus itu berarti kita membangun sebuah keintiman, membangun sebuah relasi dengan Yesus yang sanggup untuk menyembuhkan. Menjamah jubah Yesus itu juga berarti kita menyadari kerapuhan dan keterbatasan diri kita sebagai seorang manusia di hadapan-Nya. ketika kita menyadari siapa diri kita dan menyadari kerapuhan dan keterbatasan yang ada dalam diri kita maka ketika itu kemahakuasaan dan kebesaran Tuhan akan mengangkat kita dan berkata, "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Amin.

Pertanyaan untuk direnungkan 

- Kemanakah anda akan berlari ketika masalah didalam kehidupan saudara susah untuk diatasi?
- Maukah saudara meluangkan waktu untuk WPDA (waktu Pribadi Dengan Allah) selama 1 jam setiap hari ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbatas itu Berguna

  Nats: Mzm 90:10" Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan ...