Senin, 03 April 2017

Kerendahan Hati

MATIUS 18:1-5

Firman Tuhan yang kita renungkan bersama pada hari ini adalah berisikan kisah tentang bagaimana Yesus selalu menekankan pentingnya kerendahan hati dalam diri setiap pengikutnya. Mengapa demikian? Karena kerendahan hati adalah jalan menuju pada kekudusan. Kerendahan hati atau ‘humility‘ berasal dari kata ‘humus‘ (Latin), artinya tanah/ bumi.  Jadi, kerendahan hati maksudnya adalah menempatkan diri (membumi) ke tanah. Kerendahan hati membuat kita selalu menyadari kelemahan kita dan bergantung kepada kuasa Tuhan. Itulah sebabnya Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah para rasul.  Seorang anak kecil biasanya memiliki tingkat kebergantungan yang tinggi. Kebergantungan yang dimakasudkan di sini adalah menyandarkan segala harapan pada Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana caranya supaya kuasa-Nya berkarya dalam diri kita? Pertama, "Kamu harus bertobat, kamu harus berubah dalam akal budimu, dalam perilaku dan tabiatmu, pemikiranmu harus lain, baik mengenai dirimu sendiri maupun mengenai Kerajaan Sorga, jika kamu ingin mendapat tempat di dalamnya. Sifat angkuh, pengejaran akan keinginan yang berlebihan, dan haus akan kehormatan dan kekuasaan dalam dirimu harus diubahkan sepenuhnya, supaya kamu menjadi layak seutuhnya.  Setiap langkah yang disesatkan oleh dosa harus ditebus dengan satu langkah kembali melalui pertobatan. Ketika Petrus bertobat karena menyangkali Gurunya, ia pun diubahkan.

Kedua, kamu harus menjadi seperti anak kecil. Perhatikanlah, anugerah mengubah kita menjadi seperti seorang anak kecil, namun bukan menjadi kecil dalam pemikiran atau mudah terombang-ambing atau pandai menarik perhatian tetapi sebagai anak kecil, kita harus menjalani hidup tanpa beban dan menyerahkan segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan untuk mencukupkan segala sesuatunya bagi kita. Kita harus, seperti halnya anak kecil, polos dan cinta damai, bebas dari segala niat jahat. Seperti halnya anak-anak bertubuh kecil dan rendah (pendek), demikian juga kita harus menjadi kecil dan rendah dalam roh dan dalam pikiran mengenai diri kita. Inilah sifat yang akan menghasilkan tabiat-tabiat lain yang baik. Masa kanak-kanak adalah masa untuk belajar.

Pertanyaan untuk direnungkan:

Maukah saudara merendakan diri dimana saja ketika dipertemukan dengan masalah?
Sudahkah saudara bertobat dengansungguh-sungguh?
Marilah kita mengambil setiap bagian untuk belajar menerima kekurangan seseorang dan mengampuninya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lemah bukan Berarti Kalah

 Nats: 1 Sam 17:12-39 12 Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-lak...