Senin, 10 April 2017

Kompetisi Perjuangan Sesungguhnya

Jika kita memahami kisah Adam dalam kitab Kejadian 1-3 secara benar, maka implikasi dan aplikasinya bagi kita hari ini sangat jelas, bahwa perjalanan waktu seperti sebuah arena di mana kita diperhadapkan lawan yang harus kita kalahkan atau lawan yang harus mengalahkan kita.  Peperangan itu merupakan sebuah kompetisi (persaingan). Antara pihak Tuhan dan kuasa jahat, dan yang diperebutkan adalah kita.  Dalam situasi seperti ini manusia bukanlah sebuah boneka yang situasinya ditentukan oleh sebuah takdir atau keputusan diluar dirinya.  Kita memang sebagai objek perebutan, tetapi juga sebagai subjek yang harus memilih dan menentukan dipihak mana kita harus berdiri dan mengikut. Dalam hal ini manusia dimasukan ke dalam kencah peperangan.  Sehingga hidup ini adalah perjuangan yang harus diselesaikan sampai pada hidup yang kekal.

Peperangan itu dimulai dari pikiran kita masing-masing.  Siapa yang paling banyak mewarnai pikiran kita, dialah pemenangnya.  Apakah seseorang memberikan peluang bagi Tuhan, sebagai pemenang untuk memiliki kehidupan kita ini atau kuasa lain yang memilikinya.  Hal ini tergantung kepada masing-masing kita, kalau kita memberi diri untuk dimiliki oleh Tuhan, berarti kita harus mengisi pikiran kita dengan kebenran Firman Tuhan yang murni, sehingga kita mengerti kehendak Tuhan.  ini adalah prestasi yang baik untuk kekekalan.  Dalam hal ini waktu adalah anugerah, modal kehidupan untuk mencapai prestasi rohani yaitu memiliki nilai kekal.

Hal yang didapatkan: 

1.      Kehidupan adalah suatu kompetisi memilih dan menentukan keputusan.
2.      Menentukan pilihan ikut Tuhan atau kuasa jahat. 

Pertanyaan:

Dimana posisi kehidupan kita sekarang?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengawasi Hidup dengan Iman yang Teguh

Nats: 1 Ptr 5:8-9 Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 5:9 Law...