Rabu, 31 Mei 2017

2 SAMUEL 24:1 VS 1 TAWARIKH 21:1. Dalam 2 Samuel, yang mengajak Daud melawan Israel TERTULIS: "TUHAN", TETAPI dalam 1 Tawarikh: "SETAN"!

JAWAB : (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam sejarah manusia) 2 Samuel 24:1
"Bangkitlah pula murka TUHAN (Ibrani: YEHOVAH) terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: 'Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.'"
"Iblis (Ibrani: SATAN) bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel."
Di sini kelihatannya ada perbedaan diantara kedua ayat di atas, kecuali kalau kedua-duanya sama-sama benar. Kejadian ini terjadi pada akhir masa kekuasaan Daud, dimana Daud sedang mengenang masa-masa kejayaannya dulu yang membawa kerajaan-kerajaan Kanaan, Siria, dan Funisia ke dalam daerah kekuasaan Israel. Daud kagum dan menjadi sombong atas prestasi-prestasinya, sehingga ia lebih mengandalkan kekuatan senjata dan prajuritnya daripada mengandalkan belas-kasih Tuhan.
Oleh karena itu, Tuhan memutuskan bahwa inilah saatnya bahwa Daud harus dibawa untuk bersujud dihadapan Tuhan dan kembali menggantungkan harapannya pada belas kasih Tuhan. Maka Ia membiarkan Daud menghitung rakyatnya untuk melihat seberapa banyak hal tersebut bisa membantu Daud, karena sensus tersebut sebenarnya dilakukan untuk menonjolkan-ego-bangsa (walaupun Yoab telah menentang pelaksanaan sensus dalam 1 Tawarikh 21:3). Segera setelah jumlah rakyatnya diketahui, Tuhan kemudian menghukum mereka dengan bencana penyakit sampar yang memusnahkan sejumlah besar rakyat Israel (sekitar 70.000 jiwa menurut 2 Samuel 24:15) dan bersama dengan itu statistik penduduknya hancur berantakan.
Lalu bagaimana dengan Setan? Apa hubungan setan dengan kejadian ini, jikalau Tuhan telah menggerakkan Daud untuk melakukan hal-hal bodoh yang ada di otaknya. Dengan segala maksud jahatnya, Iblis tahu bahwa sensus ini tidak menyenangkan hati Tuhan (1 Tawarikh 21:7-8 ), dan karena itu ia juga menghasut Daud untuk melakukannya.
Yang satu mengatakan Tuhan menyuruh, sedangkan lainnya Setanlah yang menyuruh. Tetapi mengapa hal ini harus bertentangan? Jadi Tuhan dan Setan keduanya terlibat dalam peristiwa ini. Tidak ada yang aneh dalam hal ini, karena dalam sejumlah peristiwa di Alkitab dapat dilihat bahwa Tuhan dan setan dapat bersama-sama terlibat dalam 'menguji' dan 'mencobai' orang tertentu. Paulus berkata bahwa Tuhan mengirim utusan dari Setan untuk mencegah Paulus memegahkan diri.
"Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan- penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis (Yunani: aggelos satan) untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri."
Tentulah Tuhan dan Setan terlibat dalam kegiatan-kegiatan ini termasuk juga dalam hal Harmageddon (Perang terakhir antara Tuhan dengan Iblis serta pengikut-pengikutnya di Akhir Zaman). Penyelesaian sederhana demikian membuat sangkaan adanya kontradiksi tidak masuk akal. Seorang errantis (yang menyatakan Alkitab bisa salah) menyatakan dengan tegas bahwa "dua laporan itu tidak bisa tepat semua". Tetapi dari pandangan keutuhan doktrin, kedua laporan itu mengemukakan kebenaran yang sama persis: Apa yang diperbuat oleh Daud adalah salah (dosa).
Kedua ayat tadi jelas tidak bertentangan. Tuhan kadang- kadang memakai Iblis untuk maksud-maksud-Nya. Banyak ayat-ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Tuhan mengizinkan Iblis menguji umatnya, misalnya dalam ayat-ayat berikut ini:
"Maka firman TUHAN kepada Iblis: 'Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.'"
"Maka firman TUHAN kepada Iblis: 'Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.'" (Ayub 2:6)
"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya."
Dapat ditambahkan bahwa kata pula, Ibraninya : VAYOSEF dari kata YASAF, yod-samekh-fe', dalam ungkapan bangkitlah pula dalam 2 Samuel 24:1 berkaitan dengan bencana kelaparan yang dikemukakan dalam pasal 21. Penulis kitab Samuel mengakui kekuasaan Tuhan atas segala sesuatu, sedangkan penulis Tawarikh yang hidup kemudian, lebih menaruh perhatiannya atas caranya desakan ini, yaitu dengan godaan Iblis.
Jadi, keduanya benar Tuhan dan Setan terlibat dalam peristiwa sensus yang dilakukan Daud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengawasi Hidup dengan Iman yang Teguh

Nats: 1 Ptr 5:8-9 Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 5:9 Law...