Rabu, 17 Mei 2017

Berapa ekor kuda kereta yang dibunuh Daud? a. 700 ekor (II Samuel 10: 18) b. 7000 ekor (I Tawarikh 19: 18

JAWAB: (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis) 

2 Samuel 10:18,
"tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu 700 ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berkuda. Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati di sana." King James Version / Authorized Version 2 Samuel 10:18, "And the Syrians fled before Israel; and David slew the men of seven hundred chariots of the Syrians, and forty thousand horsemen, and smote Shobach the captain of their host, who died there."
"tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu 7000 ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berjalan kaki; juga Sofakh, panglima tentara itu, dibunuhnya."
"But the Syrians fled before Israel; and David slew of the Syrians seven thousand men which fought in chariots, and forty thousand footmen, and killed Shophach the captain of the host."
Tujuh ratus ekor kuda kereta dalam 2 Samuel 10:18 mengangkut 10 orang di dalamnya menurut 1 Tawarikh 19:18, sebagaimana diterjemahkan oleh KJV/AV "But the Syrians fled before Israel; and David slew of the Syrians seven thousand men which fought in chariots, and forty thousand footmen, and killed Shophach the captain of the host."
Salah satu cabang ilmu pengetahuan yang dapat membuktikan kebenaran ayat Alkitab di antaranya adalah arkeologi. Kereta dengan roda berat, ditarik oleh keledai, dipakai untuk perang untuk upacara- upacara di Mesopotamia Selatan pada milenium ketiga sebelum Masehi, demikian ditunjukkan oleh penemuan-penemuan di Ur, Kis, dan Tell Agrab. Tapi kereta perang yang sebenarnya, yang konstruksinya lebih ringan dan ditarik oleh kuda, belum muncul sampai milenium kedua sebelum Masehi.
Sifat asing kereta itu ditekankan oleh kenyataan, bahwa di banyak bahasa Semit dari dunia kuno, kata untuk kereta perang dibentuk dari akar 'rkb' "menunggang". Misalnya dalam bahasa Akad 'narkabtu', bahasa Ugarit 'mrkbt', bahasa Ibrani 'merkava', dan bentuknya bahkan diterima di Kerajaan Mesir Baru (mrkbt). Pada paroan milenium kedua sebelum Masehi, suatu golongan masyarakat yang anggotanya dikenal sebagai 'mariannu', dibuktikan di Alalah dan Ugarit dalam Surat-surat Amarna, juga di Kerajaan Mesir Baru. Ini menunjukkan tingkatan mulia seorang pemilik satu kereta atau kereta perang.
Orang Mesir biasanya menempatkan dua sampai empat orang dalam satu kereta perang, umumnya dua orang, seorang sais dan seorang prajurit, tapi Raja Asyur menambah orang ketiga, yang disebut 'salsu rakbu', "penunggang ketiga", yang memainkan tameng untuk melindungi sang Raja. Inilah jumlah yang paling umum, yang juga dianut oleh orang Het. Tapi pada zaman Asyurbanipal kadang- kadang ditempatkan lebih dari empat orang dalam satu kereta kuda.
Kuda kereta dalam 2 Samuel 10:18, Ibrani 'rekev', King James Version/AV menulis 'chariots' ada beberapa jenis, ada kuda kereta ala Mesir, Kanaan, Salomo, Asyur, Persia, Yunani dan lain-lain. Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir, dinaikkan dan dihormati di atas kuda kereta. Ini adalah kuda kereta ala Mesir yang biasanya diisi dua orang saja. Kereta perang orang Kanaan berbeda dengan Mesir, dapat diselidiki lebih lanjut dalam kitab Yosua dan Hakim-hakim, terlalu panjang jika diuraikan di sini.
Di zaman Daud dan Salomo, khusus untuk kuda kereta yang dinaiki raja biasanya diisi oleh raja plus pengawal dan pengemudi kereta, misalnya 1 Raja-raja 22:34, namun kereta kuda yang digunakan oleh pasukan biasanya berisi lebih dari empat orang. Kereta kuda dengan dua atau tiga orang jelas sarana utama dalam pertempuran di tanah datar, tapi dapat menjadi penghalang di daerah yang tidak rata. Wilayah Israel adalah daerah pegunungan yang tidak rata, bandingkan dengan kisah Gideon, pintu gerbang Perunggu dari Salmaneser III melukiskan kesulitan yang dijumpai dalam suatu pertempuran di hulu Sungai Tigris di mana banyak orang berada di atas kereta perang untuk membantu kesulitan ini. Penggalian- penggalian di Hazor menunjukkan betapa besarnya kereta dapat dimuat oleh orang pada zaman itu.
Kereta perang Israel umumnya mengangkut tiga orang sesuai dengan kondisi geologis tanah Kanaan namun kereta kuda yang diperangi oleh Daud adalah kereta kuda orang Aram ('Syrians') yang daya tampungnya jauh lebih besar.
Untuk jelasnya, bandingkan 1 Tawarikh 19:18 menurut KJV, "But the Syrians fled before Israel; and David slew of the Syrians seven thousand men which fought in chariots, and forty thousand footmen, and killed Shophach the captain of the host.", perhatikan ungkapan 'seven thousand men which fought in chariots', sedangkan 2 Samuel 10:18 menulis 'the men of seven hundred chariots.'
Bahasa Ibrani memang unik, orang Yahudi tidak memerlukan huruf hidup, mereka menulis huruf mati saja sudah tahu arti kata itu. Ungkapan "syb m't rkb" dibubuhi huruf hidup (oleh para Masoret) menjadi "syeva' me'at rekev", dan "syb't 'lfym rkb" menjadi "syev'ot 'elefim rekev". Membaca huruf mati ini saja, orang Yahudi sudah tahu bahwa yang dimaksud adalah 700 kereta, dan yang satu lagi 7000 orang dalam kereta. 
Kemungkinan dan penjelasan yang paling logis adalah tujuh ratus kereta kuda {syeva' me'at rekev} dalam 2 Samuel 10:18 mengangkut 10 orang di dalam kereta kuda sehingga menjadi angka tujuh ribu kereta kuda {syev'at 'elefim rekev} dalam 1 Tawarikh 19:18. Kitab Samuel menghitung jumlah kereta kuda sedangkan Tawarikh menunjuk jumlah orang dalam kereta kuda.
Bagaimana pula dengan Septuaginta? Septuaginta menulis 2 Samuel 10:18, "Septuaginta menulis, "kai ephugen suria apo prosopou israel kai aneilen dauid ek tes surias heptakosia harmata kai tessarakonta khiliadas ippeon kai ton sobak ton arkhonta tes dunameos autou epataxen kai apethanen ekei"
Dan 1 Tawarikh 19:18, "kai ephugen suros apo prosopou dauid kai apekteinen dauid apo tou surou hepta khiliadas harmaton kai tessarakonta khiliadas pezon kai ton sophakh arkhistrategon dunameos apekteinen"
[1]      "Tujuh ratus kereta kuda", Ibrani "syb m't rkb", Septuaginta 'heptakosia harmata'.
[2]    "Tujuh ribu orang di atas kereta kuda", Ibrani "syb't 'lfym rkb", Septuaginta 'hepta khiliadas harmaton'.
Kata 'harmata' merujuk kepada kereta sedangkan 'harmaton' merujuk orang-orang yang ada di dalam kereta. Kata 'harmata' adalah bentuk jamak 'harma' dalam kasus datif (obyek langsung) sedangkan 'harmaton' kasusnya genitif merujuk kepada milik. Salah satu salinan naskah Ibrani lain menulis "tujuh ratus" dan "tujuh ribu" itu dengan nilai (sumber: Treasury of Scripture Knowledge). Masing-masing abjad Ibrani punya nilai tersendiri ibarat angka Romawi I, V, X, L, C, dan M yang mewakili 1, 5, 10, 50, 100 dan 1000.
Alef hingga Yod punya nilai 1 hingga 10, Yod hingga Qof punya nilai 10 hingga 100 dengan kelipatan 10, dan dari Qof hingga Tau bernilai 100 hingga 400. Angka 11 ditulis Yod-Alef atau y', 21 ditulis Kaf- Alef atau k'. Angka 11 saja boleh merupakan kombinasi Yod-Alef (10+1), Alef-Yod (1+10), He-Vav (5+6), Dalet-Dalet-Gimmel (4+4+3), atau kombinasi lainnya.
Nah, angka 700 mereka tulis "nun pesyuta" atau nun-akhir yang ditransliterasi dengan N kapital sedangkan 7000 adalah zayin dengan satu tag (mirip titik) di atas "nun".

Jadi, yang benar dalam I Tawarikh 19:18 'seven thousand men which fought in chariots', "7 ribu orang yang bertempur dalam kereta perang" dan dalam 2 Samuel 10:18 yang benar 'the men of seven hundred chariots', "orang-orang dalam 700 kereta perang" dimana satu kereta perang ini berisi 10 orang, sehingga jumlahnya sama yaitu 7 ribu orang sebagaimana disebutkan dalam I Tawarikh 19:18. Terjemahan Alkitab LAI untuk ayat 2 Samuel 10:18 tidak tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengawasi Hidup dengan Iman yang Teguh

Nats: 1 Ptr 5:8-9 Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 5:9 Law...