Sabtu, 06 Mei 2017

Pengertian Keluarga Kristen

Pendahuluan
oleh: Helmut

Keluarga adalah persekutuan hidup antara ayah, ibu, dan anak-anak. Inilah yang disebut dengan keluarga kecil atau keluarga inti. Keluarga pertama di dunia ini dibentuk oleh Allah sendiri yakni keluarga Adam Kejadian 1:27-29).  Adam sebagai suami Hawa sekaligus ayah dari Kain dan Habel.  Hawa sebagai istri Adam sekaligus sebagai ibu Kain dan Habel; Kain dan Habel sebagai anak-anak dari Adam dan Hawa; Inilah keluarga ini pertama yang dibentuk oleh Allah. Selain keluarga kecil atau keluarga inti, ada juga yang disebut keluarga besar, yaitu persekutuan hidup antara ayah, ibu, dan anak-anak serta kakek, nenek, paman dan bibi, dan lain-lain. Mereka berasal dari hubungan keluarga (kekerabatan) ayah maupun keluarga (kekerabatan) ibu.

Keluarga Kristen adalah persekutuan hidup antara ayah, ibu, dan anak-anak yang telah percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat secara pribadi serta meneladani hidup dan ajaran-ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian ini dibangun dari pengertian Kristen itu sendiri. Kristen artinya menjadi pengikut Kristus, yang meneladani hidup dan ajaran-ajaran Kristus.

Pentingnya Keluarga

Dr. Kenneth Chafin dalam bukunya Is There a Family in the House? memberi gambaran tentang maksud keluarga dalam lima identifikasi, yaitu:

1. Keluarga merupakan tempat untuk bertumbuh, menyangkut tubuh, akal budi, hubungan sosial, kasih dan rohani. Manusia diciptakan menurut gambar Allah sehingga mempunyai potensi untuk bertumbuh. Keluarga merupakan tempat  memberi energi, perhatian, komitmen, kasih dan lingkungan yang kondusif untuk bertumbuh dalam segala hal ke arah Yesus Kristus.

2. Keluarga merupakan pusat pengembangan semua aktivitas. Dalam keluarga setiap orang bebas mengembangkan setiap karunianya masing-masing. Di dalam keluarga landasan kehidupan anak dibangun dan dikembangkan.

3. Keluarga merupakan tempat yang aman untuk berteduh saat ada badai kehidupan. Barangkali orang lain sering tidak memahami kesulitan hidup yang kita rasakan tetapi di dalam keluarga kita mendapat perhatian dan perlindungan.

4. Keluarga merupakan tempat untuk mentransfer nilai-nilai, laboratorium hidup bagi setiap anggota keluarga dan saling belajar hal yang baik.

5. Keluarga merupakan tempat munculnya permasalahan dan penyelesaiannya. Tidak ada keluarga yang tidak menghadapi permasalahan hidup. Seringkali permasalahan muncul secara tidak terduga. Misalnya, hubungan suami istri, masalah yang dihadapi anak belasan tahun, dan masalah ekonomi. Namun, keluarga yang membiarkan Kristus memerintah sebagai Tuhan atas hidup mereka pasti dapat menyelesaikan semua permasalahan.

Program Pembinaan keluarga

Persekutuan.

Diadakannya sebuah persekutuan keluarga membuat seluruh anggota keluarga lebih kuat untuk menghadapi tekanan hidup. Ini dapat terjadi karena ketika kita bersekutu bersama, setia anggota keluarga memiliki kesempatan untuk saling memperhatikan dan saling mendukung.  Banyak kebutuhan emosi maupun rohani dapat memperoleh pemenuhan ketika kita berkesempatan berkumpul, sehingga ketika krisis melanda, anggota keluarga memiliki kekuatan untuk bertahan.
Bila ibadah keluarga sedemikian bermanfaat, mengapa kita sering enggan melakukannya? ibadah keluarga menuntut kerja keras dari orangtua, dalam hal ini untuk mempersiapkan diri dengan lebih banyak belajar Firman Tuhan. Ketika ibadah dilangsungkan, kita tentu perlu membimbing anak-anak kita untuk bertumbuh dalam iman. Bila kita tidak menyiapkan diri dengan baik, kita menjadi gamang ketika berhadapan dengan anak-anak yang ingin melihat contoh nyata bagaimana hidup dalam Firman Tuhan. Sebagai manusia berdosa yang sering berperang melawan kedagingannya sendiri, kita perlu mengingatkan diri kita agar tidak lengah dan malas dalam bersaat teduh dan membaca Alkitab.


Sering kali ibadah keluarga terabaikan karena adanya prioritas yang lebih utama di mata orangtua. Kesibukan mengejar karir dan popularitas di masyarakat acap kali mempersulit orangtua menyelenggarakan ibadah keluarga secara rutin. Kurangnya waktu kebersamaan dalam keluarga modern karena orangtua sibuk bekerja di luar rumah dan pulang malam hari dalam keadaan letih.

Pengajaran

1. Peranan suami-istri dalam keluarga
Mengajarkan bagaimana peran suami sebagai melindungi, mencukupi kebutuhan, dan memimpin keluarganya sebagai kepala keluarga, tanggung jawab seorang suami sangatlah dibutuhkan supaya terbina keluarga yang bahagia.  Allah juga menghendaki agar istri menyerah kepada pimpinan suaminya. (Efesus 5:22-24). Mengerti maksud suami dan memberikan sebuah tanggung jawab istri kepada suaminya..

2. Pengajaran Seks di dalam hubungan suami dan istri, Mengajarkan bagaimana seks hanya boleh dinikmati di dalam batas-batas pernikahan. Pernikahan bukanlah cuman seks, melainkan suatu pernikahan yang bahagia dan jauh lebih bermakna.

3. Mengajar bagaimana peran orang tua dalam mendidik anak supaya terhindar dari  kehancuran dan dari hidup terombang-ambing (amsal 2:16-22) (Ef 4:14) caranya yaitu: dibutuhkan keteladanan orang tua, melalui kegagalan, melalui pengalaman, petunjuk  (benar dan salah).

4. Event (Retreat Keluarga/seminar keluarga) dengan diadakannya retreat keluarga ini, gereja akan menyiapkan sebuah pengajaran yang didalamnya terdapat. Rahasia pernikahan yang bahagia dan harmonis, fungsi dan tanggung jawab seorang ayah dan ibu dalam sebuah keluarga, pemulihan hati Bapa, pemulihan dalam sebuah keluarga, sehingga peran dari sebuah gereja adalah memulihkan keluarga supaya tetap maksimal dan harmonis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Tunda

Nats: Luk 7:36-38, 47. "Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu d...