Senin, 01 Mei 2017

PEMENANG JIWA

Amsal 11:30 Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak mengambil hati orang.

Dalam terjemahan ayat ini berbunyi: The fruit of righteous is a tree of life and he that winneth souls is wise.  Kemudian dalam terjemahan Ibrani menulis syair, mereka menulisnya dalam bentuk paralel.  Jadi untuk membuat paralel akan dibaca seperti berikut: “The fruit of the righteous is a tree of life and he that is wise winneth souls” Ini merupakan satu gagasan yang indah yaitu buah orang benar adalah pohon kehidupan.

Kemudian, paralelnya dikatakan, dan ia yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak. Anda bisa melihat bahwa arti dasar dari ayat ini adalah tentang kehidupan dari orang percaya yang memenangkan jiwa-jiwa, yang menarik jiwa-jiwa bagi Tuhan. Itu seperti api pada semak belukar di Gunung Horeb yang memancarkan kemuliaan Allah. Anda tidak dapat menatapnya.  Kemuliaan yang bersinar itu keluar dari dirinya sendiri.  Seorang penulis yang memberi inspirasi berkata: “Seorang yang saleh, seorang Kristen, seorang percaya, menarik jiwa-jiwa kepada Tuhan. Ia tidak perlu mengada-ada untuk menarik orang lain

Kadang-kadang saya berpikir bahwa hal itu seperti matahari. Ketika matahari terbit pada pagi hari, ia tidak datang menggedor pintu rumah lalu berkata: “Bangunlah..Pergilah berangkat kerja sekarang.” Tetapi, yang kita ketahui adalah bahwa matahari itu hanya terbit dan mengeluarkan sinar dari dirinya sendiri. Ia melapisi jendela kaca, ia menyentuh pipi bayi dengan lembut, ia memenuhi rumah dengan sinar kemuliaannya, ia akan mencari setiap sudut rumah yang tersedia. Ia Juga menerangi seluruh dunia, dan bunga-bunga mengangkat wajahnya untuk menatapnya. Apakah Anda pernah memperhatikan bunga matahari pada pagi hari? Bunga matahari akan mengikuti jalan matahari dari sejak terbitnya. Manusia ciptaan Allah seperti itu juga. Dia yang bijak, dia yang percaya, dia yang adalah anak Allah, menarik jiwa-jiwa; mengambil jiwa-jiwa, memenangkan jiwa-jiwa.

Sekarang, ayat ini memberikan satu perkiraan, yakni, jiwa-jiwa perlu dimenangkan. Ini bukan sesuatu yang tidak mungkin, atau karena hati manusia dibuat dari baja, atau kacau dan tidak dapat diperbaiki, sehingga manusia tidak dapat dimenangkan. Roh Kudus dapat merubahnya. Itulah tugas yang kita harus lakukan.  Memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus adalah mandat dasar yang dinamis dari umat Allah. Ini adalah gol utama kita.
Pertanyaan untuk di renungkan
1.      Apakah seluruh keluarga anda sudah diselamatkan? Kalau belum bersediakah saudara memberitakan kabar baik?


2.      Maukah anda memberitakannya juga kepada saudara yang anda jumpai? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengawasi Hidup dengan Iman yang Teguh

Nats: 1 Ptr 5:8-9 Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 5:9 Law...