Selasa, 06 Juni 2017

Yang diharamkan, kelinci ataukah kelinci hutan? a. Kelinci (Imamat 11:6). b. Kelinci hutan (Ulangan 14:6).

JAWAB : (Kategori : salah memahami kata dalam bahasa asli)

Imamat 11:6,
"Juga kelinci (Bahasa Ibraninya: VE'ET-HA'ARNEVET), karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu."
"Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari antara yang memamah biak atau dari antara yang berbelah dan bersela kukunya: unta, kelinci hutan (Bahasa Ibraninya: VE'ET-HA'ARNEVET) dan marmot, karena semuanya itu memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram semuanya itu bagimu."

Sebenarnya tidak ada kontradiksi karena naskah Ibrani menulis kedua-duanya dengan, 'ARNEVET, namun karena LAI menerjemahkan kelinci dan kelinci hutan, maka timbullah pertanyaan seperti di atas. Dalam bahasa Indonesia kedua kata ini jelas berbeda. Coba tanyakan kepada orang Yahudi, bagaimana mengucapkan kelinci dalam bahasa Ibrani, maka mereka akan menjawab 'ARNEVET.

Kemudian tanyakan pula bagaimana mengucapkan kelinci hutan, mereka pun akan menjawab 'ARNEVET. Jadi, mengapa LAI menerjemahkan Ulangan 14:7, dengan kelinci hutan dan bukan kelinci. Hal itu disebabkan karena Imamat 11:6 ditulis saat orang Israel belum lama mengembara di padang gurun, tentu saja tidak ada peternakan kelinci.
Bahasa Ibrani termasuk salah satu bahasa yang paling miskin, sebaliknya bahasa Yunani merupakan bahasa yang lebih kaya. Tidak berbeda jauh antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, karena kita tidak akan menerjemahkan menanam nasi di sawah jika kita menemukan kata rice.


Jadi tidak ada kontradiksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengawasi Hidup dengan Iman yang Teguh

Nats: 1 Ptr 5:8-9 Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 5:9 Law...