Selasa, 04 Juli 2017

Kenalkah Saul dengan Daud ketika Daud melawan Goliat ? a. Sangat kenal (I Samuel 16: 19-23) b. Tidak kenal sama sekali (I Samuel 17: 55-58)

JAWAB : (Kategori: salah memahami konteks sejarah atau maksud penulis)
16:19 Kemudian Saul mengirim suruhan kepada Isai dengan pesan: "Suruhlah kepadaku anakmu Daud, yang ada pada kambing domba itu."
16:20 Lalu Isai mengambil seekor keledai yang dimuati roti, sekirbat anggur dan seekor anak kambing, maka dikirimkannyalah itu kepada Saul dengan perantaraan Daud, anaknya.
16:21 Demikianlah Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya. Saul sangat mengasihinya, dan ia menjadi pembawa senjatanya.
16:22 Sebab itu Saul menyuruh orang kepada Isai mengatakan: "Biarkanlah Daud tetap menjadi pelayanku, sebab aku suka kepadanya."
16:23 Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya. versus
17:55 Ketika Saul melihat Daud pergi menemui orang Filistin itu, berkatalah ia kepada Abner, panglima tentaranya: "Anak siapakah orang muda itu, Abner?" Jawab Abner: "Demi tuanku hidup, ya raja, sesungguhnya aku tidak tahu." 17:56 Kemudian raja berkata: "Tanyakanlah, anak siapakah orang muda itu."
17:57 Ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, maka Abner memanggilnya dan membawanya menghadap Saul, sedang kepala orang Filistin itu masih ada di tangannya. 17:58 Kata Saul kepadanya: "Anak siapakah engkau, ya orang muda?" Jawab Daud: "Anak hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu."
Memang benar bahwa Daud telah diperkenalkan kepada Saul (1 Samuel 16:18) sebagai "salah seorang anak laki-laki dari Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit yang pandai bicara, elok perawakannya". Tetapi harus diperhatikan pula bahwa sebelum perangnya dengan Goliat, Daud hanya mempertunjukkan kecakapan seninya kepada Raja Saul, kemudian Daud diperkenankan pulang ke Betlehem. Jadi Saul hanya tahu kalau Daud adalah gembala domba dan pemain kecapi.
Adalah sangat realistis jika Raja Saul melihat Daud dari sudut yang sama sekali baru dan menunjukkan perhatian besar kepada latar belakang Daud. Tampak bahwa Panglima Abner sebelumnya tidak mengenal Daud kecuali sebagai seorang pemain kecapi, karena itu dia bahkan tidak mengenal nama Isai (1 Samuel 17:55).
Ketika mula-mula Daud diperkenalkan ke istana sebagai pemusik yang bisa menghibur, Abner tidak terlibat di sana (1 Samuel 16:18 );
sebaliknya "salah seorang hamba" Saul (yakni seorang bujang dari pegawai istana) yang telah menyebut nama Isai untuk Saul.

Tetapi perhatian Saul menyala kembali ini bukan hanya terhadap nama ayah Daud - meskipun itu adalah pertanyaan awalnya. Sangat jelas bahwa Saul ingin mengetahui apakah di rumah Daud masih ada pemuda yang seperti dia; ini sejalan dengan kebijaksanaan baku yang dikemukakan dalam 1 Samuel 14:52 "Dan semua pahlawan dan orang gagah perkasa, yang dilihat Saul, dikumpulkannya kepadanya". Artinya, Saul berniat membentuk suatu regu pengawal pilihan dari antara prajurit yang tangguh, dan dia melihat dalam diri Daud jalan yang menjanjikan untuk mendapatkan lebih banyak lagi tentara yang seperti dia. Dari 1 Samuel 18:1 kita diberitahu bahwa Daud kemudian melakukan pembicaraan yang cukup panjang dengan Saul, lebih daripada sekadar menunjukkan nama ayahnya.

Jadi, kita melihat bahwa jika kita memandang 2 episode itu menurut konteks dan situasinya masing-masing, ternyata episode- episode itu sangat sesuai dengan kenyataan dan sebenarnya tidak terdapat kontradiksi diantara mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lemah bukan Berarti Kalah

 Nats: 1 Sam 17:12-39 12 Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-lak...