Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Pengantar kitab Obaja

Kitab yang pendek ini hanya terdiri dari 21 ayat ditulis sesudah Kota Yerusalem jatuh pada 586 SM.   Entah kenapa penulis tidak memberikan keterangan mengenai asal usulnya atau siapa nama ayahnya.   Namun, nabi Obaja pastilah dikenal oleh orang sesamannya.   Nabi obaja bernubuat bahwa bangsa Edom akan dihukum dan ditaklukkan seperti bangsa-bangsa lain yang memusuhi Israel karena mereka sangat senang ketika Kerajaan Yehuda jatuh.   Bahkan mereka merampok Yerusalem dan membantu musuh musuh Yerusalem. Kitab Obaja bisa dibagi dalam dua bagian besar, yaitu nubuatan tentang penghukuman terhadap Edom, musuh bebuyutan Yehuda (1-14), dan Hari Tuhan (15-21).  Nabi Obaja menegaskan bahwa keangkuhan telah ememperdayakan diri mereka.  Keangkuhan hatimembuat mereka merasa diatas segalah-galahnya, bahkan merasa lebih hebat dibandingkan Allah Sang Pencipta.  Mereka dengan pongah berkata “Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke Bumi?” (Ob. 1:3). Karena itulah, bisa dipahami mengapa mereka j

Rohaniawan Buta (Palsu)

"Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengar­nya." (Lukas 10:23-24). Apa yang dimaksud oleh Tuhan dengan apa yang dilihat dan apa yang didengar, bukanlah dalam arti harfiahnya, namun dalam arti rohani, yaitu memahami perkara-perkara rohani, rahasia-rahasia kebenaran Allah, yang hanya diungkapkan kepada orang-orang pilihan Allah, yaitu orang-orang yang tidak dipakai oleh dunia ini. Bagi orang diluar mereka, hal-hal itu hanya dinyatakan secara harfiah atau perumpamaan, yang juga tidak akan dipahami oleh mereka, sehingga hal itu tetap saja merupakan rahasia bagi mereka, bahwa bagi orang-orang pilihan Allah diung­kapkan rahasia Kerajaan Allah namun kepada orang-orang lain segala sesuatu yang berkenaan dengan kebenaran itu hanya disampaikan dalam bentuk perumpamaan: "Kepadamu telah di

Paket Lengkap

Ibrani 13:17-25 Novelis Indonesia yang bernama Tere Liye pernah menuliskan kriteria pendidikan yang dibutuhkan oleh seseorang untuk menjadi ibu yang ideal, antara lain: ilmu ekonomi, akuntansi, keperawatan, kedokteran, psikologi, tata busana, tata boga, bela diri, agama, dan sebagainya. Seolah-olah semua pengetahuan itu merupakan satu paket utuh yang harus dimengerti seorang perempuan demi bisa menunaikan tugasnya sebagai istri sekaligus ibu yang ideal bagi keluarga. Pertanyaannya adalah butuh berapa tahun dan biaya untuk menguasai semua pengetahuan tersebut?  Santapan harian hari ini berbicara tentang persiapan dan perlengkapan seperti apa yang dimiliki oleh orang percaya dalam konteks iman. Menjelang kata penutup, penulis kitab Ibrani menyatakan bahwa Allah yang adalah sumber damai sejahtera akan memperlengkapi umat-Nya supaya mereka dapat melakukan kehendak Allah dan menebar kebaikan-Nya bagi sesamanya (21). Tentu saja Allah tidak akan sewenang-wenang menempatkan kita tanpa

Uang, uang, uang

Ayat bacaan "Ibrani 13:1-8" Penulis kitab Ibrani dengan tegas mengingatkan umat Allah untuk belajar mencukupi diri dan dari menjadi hamba uang.  Sebab uang bukanlah tujuan hidup satu satunya yang dapat dijadikan solusi.  Bukan berarti kita tidak membutuhkan uang, melainkan uang bukanlah segalahnya.  itulah sebabnya kita diperintahkan untuk bersyukur atas apa yang kita miliki.  Istilah "cukup" berarti kita mesti pandai megelolah keuangan serta bijaksana menyesuaikan kebutuhan dan bukan sebaliknya.  kata "cukup" juga mengandung makna tidak ambisius dan serakah mengejar kekayaan demi kepuasan diri.  Setiap uamt Allah harus belajar percaya akan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya.  Sebab bersama dengan dan di dalam hidup Dia, kita tidak akan mengalami kekurangan.  Di tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sering kali kita menjadi khawatir atas situasi yang sedang terjadi.  Misalnya, fluktuasi ekonomi dunia, ketidak satabilan politik naiknya ha

Tempat Yang Aman

Ibrani 12:18-29 Hidup dapat diumpamakan seperti sebuah pesiarahan dimana seorang mengembara dari satu tempat ke tempat yang lain.  Dalam perjalanan hidup, kita tidak hanya menemukan tempat yang nyaman, tetapi juga kondisi yang tidak ramah dan mengerikan (18 -19).  Demikian juga dengan api yang berada di Gunung Tuhan begitu mengerikan.  bahkan ornag seperti Musa pun merasa takut dan gemetar terhadap kedasyatan Allah (21). Pada dasarnya, semua orang mengidamkan selalu berada di tempat yang indah dan aman.  ternyata tempat tersebut sungguh-sungguh ada.  KItab Ibrani menyatakan bahwa Bukit Sion merupakan kota Allah yang hidup dan menjadi satu-satunya tempat idaman ideal bagi manusia (22).  ayat tersebut menerangkan kondisi umat percaya yang sudah aman karena menjadi bagan dari tempat itu.  Meskipun umat Allah masi ada di dunia, namun komunitas orang percaya merupakan anak-anak sulung yang namanya terdaftar di surga (23a).  Hidup sebagai milik Kristus merupakan anugerah yang lay

Duta Perdamaian

Ayat Bacaan Ibrani 12-17 " Bangsa indonesia adalah bangsa yang majemuk.  Indonesia terdiri dari beraneka suku, budaya, etnis, agama, bahasa, dan adat. bagaimana menyatukan keaneka ragaman masyarakat Indonesia?  Para pendiri bangsa Indonesia telah meletakkan dasar negara, yaitu Pancasila.  Salah satu cita-cita para pendiri bangsa ini adalah untuk mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan sosial bagi rakyatnya. hal senada juga dikatakan oleh penulis Kitab Ibrani, agar orang-orang percaya mengusahakan hidup berdamai dengan semua orang.  Hidup dalam suasana damai dapat mendorong seseorang mempraktekkan hidup kudus.  Perdamaian memapukan masing-masing anggotanya saling memperhatikan, menolong dan menguatkan.  Perdamaian juga berfungsi mencegah munculnya bibit kekerasan dan kerusuhan dalam masyarakat.  Sayangnya perdamaian tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diupayakan, dan dilestarikan.  Artinya perlu komitmen dan pengorbanan, baik secara materi maupun emosi.  Langka

Latihan Disiplin Rohani

Ayat bacaan   Ibrani 12:6  "karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya,   dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. "  Bapa Disurga menghendakin anak-anakNya   dapat hidup disiplin dan bertanggung jawab dalam bertindak. Meskipun Allah itu kasih, namun Ia tidak pernah memanjakan anak-anak-Nya agar mereka dapat menjadi dewasa serupa dengan Kristus. sebab Kristus adalh teladan disiplin rohani bagi kita dalam melawan dosa. kedisiplinan dan ketaatan Kistus kepada Bapa surgawi, telah dibuktikan di kayu salib. Sedangkan pergumulan dan kesulitan kita melawan dosa belum sampai   level mencucurkan darah.   memang harus diakui bahwa yang kita hadapi belum sebanding dengan penderitaan Kristus.   Meskipun begitu, kita perlu belajar terus menerus dari teladan Kristus. Pengamsal menyeruhkan jangan sampai kita menolak didikan Tuhan dan jangan bosan atas peringata-Nya (Ams 3:11).   Semuanya itu dilakukan Bapa untuk membangun kehidupan rohani yang disiplin.   Jika Allah ti

Manusia perlu tangan kuasa

Ayub 28:1-28 "manusia tidak dapat menemukan hikmat" Manusia selalu mencari tujuan hidup yang pasti tetapi ketika diri seseorang sudah menemukan hal yang pasti dalam hidupnya dia sudah tidak akan ragu lagi untuk mengambil suatu keputusan dalam hidupnya, karena ada tangan yang ajaib,   yang akan selalu menolong hidup kita sabar dan menanti waktu Tuhan itu penting. Ayat 1-3 ini merupakan suatu gambaran dari pada manusia yang selalu memiliki perjuangan dalam kehidupannya,   ada banyak hal yang di dapatkan dari setiap perjuangan untuk menemukan sesuatu yang memiliki nilai tersendiri karena ada perjuangan dan kerja keras di dalamnya.    Terkadang manusia sudah melupakan hal paling penting dari setiap perjuangan hidup,   ada ke hampaan di dalam jiwa ini ketika kita mencari tetapi tidak menemukan semuanya itu karena hidup kita telah ada di satu titik yang namanya kegelapan karena tidak menemukan tujuan yang sebenarnya dari kehidupan ini. Hal yang paling salah dari diri manu