Rabu, 27 September 2017

Pengantar kitab Obaja

Kitab yang pendek ini hanya terdiri dari 21 ayat ditulis sesudah Kota Yerusalem jatuh pada 586 SM.  Entah kenapa penulis tidak memberikan keterangan mengenai asal usulnya atau siapa nama ayahnya.  Namun, nabi Obaja pastilah dikenal oleh orang sesamannya.  Nabi obaja bernubuat bahwa bangsa Edom akan dihukum dan ditaklukkan seperti bangsa-bangsa lain yang memusuhi Israel karena mereka sangat senang ketika Kerajaan Yehuda jatuh.  Bahkan mereka merampok Yerusalem dan membantu musuh musuh Yerusalem.

Kitab Obaja bisa dibagi dalam dua bagian besar, yaitu nubuatan tentang penghukuman terhadap Edom, musuh bebuyutan Yehuda (1-14), dan Hari Tuhan (15-21).  Nabi Obaja menegaskan bahwa keangkuhan telah ememperdayakan diri mereka.  Keangkuhan hatimembuat mereka merasa diatas segalah-galahnya, bahkan merasa lebih hebat dibandingkan Allah Sang Pencipta.  Mereka dengan pongah berkata “Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke Bumi?” (Ob. 1:3).

Karena itulah, bisa dipahami mengapa mereka juga merasa senang ketika saudara mereka, Yehuda, dihancurkan Babel. Disini tampak pula lah sikap hidup yang senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang.  ketika Yehuda jatuh, orang-orang Edom diam saja sewaktu bangsa babel mengangkut semua kekayaan Yerusalem, menyoraki orang Yerusalem pada hari kemalanganny, bahkan menyerahkan bangsa Yehuda ke tangan musuh (Lih. ay. 11-14.  Itu jugalah yang membuat Allah murkah.  Bagaimanapun bangsa Edom adalah keturunan Esau, sehingga mereka masih mempunyai tali persaudaraan dengan Yehuda.  Sehingga Allah berfirma, "sebab telah dekat hari TUHAN menimpa segalah bangsa.  Seperti yang engkau lakukan, demikian akan dilakukan kepadamu, perbuatanmu akan kembali menimpa kepalahmu sendiri."

Allah akan menimpahkan apa yang pernah dilakukan-Nya terhadap Yehuda keatas bagnsa Edom.  Bangsa Edom akan merasakan apa yang pernah diperbuatnya terhadap bangsa Yehuda.  Tuhan akan menyelamatkan dan memulangkan sekelompok umat Yehuda dari pembuangan; sedangka bangsa Edom akan dimusnahkan. Demikianlah cara Tuhan menyatakan kekuasaan-Nya.  Dia adalah Raja di Kerajaan-Nya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lemah bukan Berarti Kalah

 Nats: 1 Sam 17:12-39 12 Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-lak...