Kamis, 21 September 2017

Tempat Yang Aman

Ibrani 12:18-29

Hidup dapat diumpamakan seperti sebuah pesiarahan dimana seorang mengembara dari satu tempat ke tempat yang lain.  Dalam perjalanan hidup, kita tidak hanya menemukan tempat yang nyaman, tetapi juga kondisi yang tidak ramah dan mengerikan (18 -19).  Demikian juga dengan api yang berada di Gunung Tuhan begitu mengerikan.  bahkan ornag seperti Musa pun merasa takut dan gemetar terhadap kedasyatan Allah (21).

Pada dasarnya, semua orang mengidamkan selalu berada di tempat yang indah dan aman.  ternyata tempat tersebut sungguh-sungguh ada.  KItab Ibrani menyatakan bahwa Bukit Sion merupakan kota Allah yang hidup dan menjadi satu-satunya tempat idaman ideal bagi manusia (22).  ayat tersebut menerangkan kondisi umat percaya yang sudah aman karena menjadi bagan dari tempat itu. 

Meskipun umat Allah masi ada di dunia, namun komunitas orang percaya merupakan anak-anak sulung yang namanya terdaftar di surga (23a).  Hidup sebagai milik Kristus merupakan anugerah yang layak disyukuri.  karena kasih karunia dan damai sejahtera Allah senantiasa hadir dalam komunitas orang percaya.  Susah dan senang dirasakan bersama-sama sebab setiap orang merasa menjadi bagian dalam tubuh Kristus.  dalam hal ini umat percaya sepatutnya saling menguatkan saudara seimannyabertumbuh dalam Kristus.  

Marilah kita mengucap syukur kepada Allah karena kita akan menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan (28).  Selain itu, tunduklah dan sembahlah Kristus sebab Dialah Sang Pengantara antara Allah dan kita


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengawasi Hidup dengan Iman yang Teguh

Nats: 1 Ptr 5:8-9 Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 5:9 Law...