Jumat, 22 September 2017

Uang, uang, uang

Ayat bacaan "Ibrani 13:1-8"

Penulis kitab Ibrani dengan tegas mengingatkan umat Allah untuk belajar mencukupi diri dan dari menjadi hamba uang.  Sebab uang bukanlah tujuan hidup satu satunya yang dapat dijadikan solusi.  Bukan berarti kita tidak membutuhkan uang, melainkan uang bukanlah segalahnya.  itulah sebabnya kita diperintahkan untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. 

Istilah "cukup" berarti kita mesti pandai megelolah keuangan serta bijaksana menyesuaikan kebutuhan dan bukan sebaliknya.  kata "cukup" juga mengandung makna tidak ambisius dan serakah mengejar kekayaan demi kepuasan diri.  Setiap uamt Allah harus belajar percaya akan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya.  Sebab bersama dengan dan di dalam hidup Dia, kita tidak akan mengalami kekurangan. 

Di tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sering kali kita menjadi khawatir atas situasi yang sedang terjadi.  Misalnya, fluktuasi ekonomi dunia, ketidak satabilan politik naiknya harga dan bahan pokok, dan lain sebagainya.  Semuanya itu berpotensi mengancam kehidupan kita.  Sebenarnya kekhawatiran itu manusiawi dan wajar.  tetapi sebagai ornag percaya, dapatkah kita menaru kekhawatiran itu di bawah salib Kristus ? penulis kitab Ibrani mengejak kita berujar demikidan : "Tuhan adalah Penolongku, aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?".

Situasi disekitar kita mungkin saja berubah drastis, namun satu hal yang harus diyakini adalah Kristus tidak pernah berubah sampai selama-lamanya. Jika anda memiliki kebimbangandalam hidup, datanglah kepada-Nya, maka Dia akan membimbingmu menemukan jalan keluar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lemah bukan Berarti Kalah

 Nats: 1 Sam 17:12-39 12 Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-lak...