Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

BERKAT TUHAN TAK TERPENGARUH SITUASI

"... sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air;"   Yesaya 35:6b-7 Jika menyadari bahwa Tuhan senantiasa mengarahkan pandangan-Nya terhadap kita dan selalu menyediakan berkat-Nya tanpa dipengaruhi oleh situasi, maka harusnya kita makin terpacu bersungguh-sungguh melayani Tuhan dan tidak lagi hitung-hitungan dengan Dia, sebab perkara sekecil apa pun yang kita lakukan untuk Tuhan selalu diperhitungkan-Nya dan tak satu pun yang terlewatkan, sebab Dia Tuhan yang tidak pernah terlelap dan tertidur.  " Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."   (1 Korintus 15:58). Berkat Tuhan adalah pasti jika kita mau berjalan dalam tuntunan Tuhan!  " Kiranya suku-suku bangsa bersukaci

TUHAN BENCI KEMUNAFIKAN

"Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."   Matius 7:5 Orang Farisi dan Saduki merupakan orang-orang yang mengerti betul tentang hukum Taurat, tetapi mereka sendiri tidak melakukan Taurat itu   (baca   Matius 23:3).   Tuhan Yesus menggambarkan bahwa keadaan mereka   "...sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran."   (Matius 23:27).   Karena itu Tuhan menyebut mereka sebagai orang-orang yang munafik dan Tuhan sangat benci akan hal itu. Arti kata munafik adalah:   berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak;   suka   (selalu)   mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya;   bermuka dua.   Sampai hari ini ada banyak orang Kristen yang hidup dalam kemu

TENANG DI SEGALA SITUASI

"Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang, bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun."   Mazmur 55:7-8 Ada banyak perkara di dunia ini sedang berjalan menuju kehancuran dan sudah berada di penghujung zaman.   Konflik, pertikaian, perang, bencana alam, perekonomian sulit, wabah penyakit, tingkat kejahatan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, dan kehidupan kekristenan semakin hari semakin mengalami tekanan yang luar biasa.   Hal itu kian mempertegas bahwa tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat memberikan jaminan bagi semua orang untuk hidup tenang. Bagaimana sikap orang percaya menghadapi situasi ini?   Kita tak perlu terkejut dan kecut hati, karena Alkitab sudah menyatakan jauh sebelumnya   (baca   Matius 24:3-14).   Ingat!   Ketenangan bukanlah sebuah keadaan, tetapi sebuah keputusan, artinya walaupun situasi kelihatannya semakin sulit dan menakutkan, tetapi kita bisa membuat sebuah kep

HIDUP DILIPUTI KECEMASAN

" Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu."   Lukas 12:29 Hari-hari ini semua orang diliputi oleh rasa cemas.  Jika orang-orang kecil diliputi oleh kecemasan akan pemenuhan kebutuhan hidupnya, orang-orang berada justru mencemaskan harta kekayaan yang dimiliki:  mau disimpan di mana, takut dirampok atau dicuri, atau cukupkah untuk menjamin kelangsungan hidup turunannya.  Kita akan menjadi cemas jika hati dan pikiran kita semata-mata tertuju kepada perkara-perkara duniawi, padahal semua yang ada di dunia ini bersifat sementara saja dan semu.      Firman Tuhan mengajar kita untuk tidak menjadi cemas.  Kecemasan adalah sesuatu yang dirancang oleh Iblis untuk menghasilkan stres, ketegangan dan maut.  Kecemasan adalah dosa karena merupakan lawan dari iman.  Ketika kita mencemaskan suatu hal berarti kita sedang tidak memercayai kuasa Tuhan, meragukan Tuhan untuk menyelesaikan masalah kit

JANGAN TERBAWA ARUS DUNIA

"Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu."   2 Korintus 6:17 Ingatlah bahwa kehidupan kita tidak hanya berhenti atau selesai di dunia saja, tetapi masih ada lagi kehidupan kekal.   Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, dan persiapan-persiapan itu harus kita lakukan sedari sekarang selama kita masih hidup dan beroleh kesempatan.   "Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba."   (Pengkhotbah 9:12).   Rasul Paulus menasihati,   "Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!"   (1 Korintus 16:13-14).

RENCANA TUHAN DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya."   Pengkhotbah 3:1 Perjalanan hidup manusia di muka bumi ini melewati musim demi musim.   Di setiap musim yang ada kita pasti dihadapkan pada tantangan demi tantangan.   Tidak ada perkara yang perlu ditakutkan di setiap musimnya asal kita selalu melibatkan Tuhan dan mengandalkan-Nya, karena di segala musim hidup ini Tuhan memiliki rencana yang indah.   Jadi semua yang terjadi dan kita alami tidaklah kebetulan. Dalam hidup ini ada musim untuk menabur dan ada musim untuk menuai.   Ketika musim menabur tiba, hal pertama yang dilakukan oleh petani adalah menggemburkan tanah, menyingkirkan batu, kerikil-kerikil, gulma atau segala sesuatu yang dapat menghambat pertumbuhan suatu benih tanaman.   Selanjutnya barulah melepaskan benih.   Saat melepaskan benih untuk ditanam, kita mungkin merasa kehilangan.   "Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu b

DAHSYATNYA KEKUATAN DOA ORANG PERCAYA

" ...jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi."   Matius 21:2 1   Pergumulan apa yang Saudara hadapi saat ini?  Mungkin Saudara sedang bergumul dengan sakit-penyakit yang tak sembuh-sembuh, masalah ekonomi keluarga yang tak kunjung membaik atau kemerosotan dalam hal keuangan, masalah anak-anak yang makin susah diatur, dan masalah-masalah pelik lainnya.  Kekuatan kita sebagai manusia sangat terbatas, adakalanya kita merasa tidak kuat lagi menghadapinya.  Di saat-saat seperti itu kita membutuhkan kekuatan ekstra yaitu doa.  Mungkin kita berkata bahwa masalah-masalah itu sudah kita bawa dalam doa setiap hari, tapi mengapa sampai di hari terakhir dalam bulan Oktober ini sepertinya doa-doa itu menguap begitu saja di udara dan tidak ada tanda-tanda jawaban dari Tuhan dan tidak se

KONSEP KEPEMILIKAN DALAM KITAB KISAH PARA RASUL

KONSEP KEPEMILIKAN DALAM KITAB KISAH PARA RASUL oleh: Pdt. Yulius Aleng M.A. PENDAHULUAN Kisah Para Rasul bahasa Yunani praceis apostolon adalah judul yang diberikan, sejak tahun-tahun terakhir abad 2. (Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, 563) Kitab ini mulai di mana Injil Lukas (cerita yang terdahulu mengenai Kisah Para Rasul 1:1) berakhir, dengan penampilan Yesus sesudah kebangkitan-Nya, dan dilanjutkan dengan mencatat kenaikan-Nya, datang-Nya Roh Kudus, dan bangkit dan berkembangnya dengan cepat gereja Yerusalem (1-5). (564) Selain itu juga, ia menyajikan garis besar sejarah gereja mulai dari Yerusalem sampai pada munculnya pahlawan terkemuka – Paulus – di ibu kota Kerjaan Romawi. (Ladd, 11) Keyakinan tentang penulisan kitab Kisah Para Rasul berkisar akhir tahun 60-an tepat untuk membedakan-bedakan agama Kristen dari pemberontakan orang Yahudi di Palestina, atau dekat permulaan tahun 60-an, ketika penyebar agama Kristen yang terkemuka yaitu Paulus datang ke Roma

RENUNGAN SINGKAT "JANGAN MALU BELAJAR PADA SEMUT"

Baca:  Amsal 30:24-28   "semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,"   Amsal 30:25 Dalam amsalnya Agur bin Yake menasihati kita agar mau belajar dari kehidupan empat binatang yang paling kecil dan lemah di bumi yaitu semut, kancil, belalang dan cicak.  Umumnya orang akan diminta belajar atau menimba ilmu dari mereka-mereka yang besar, lebih hebat dan berpengalaman lebih, tetapi firman Tuhan hari ini justru mengajak kita untuk belajar bukan dari mereka yang tampak hebat dan besar, melainkan dari empat binatang yang paling kecil;  dan kita tak perlu merasa malu! Mengapa kita juga harus belajar dari hal-hal yang kecil?  Sebab manusia seringkali hanya memikirkan perkara-perkara yang besar dan heboh, tetapi mereka melewatkan dan mengabaikan hal-hal kecil.  Padahal semua perkara besar selalu berawal atau dimulai dari perkara-perkara kecil terlebih dahulu.  Begitu pula untuk dapat dipercaya mengerjakan perkara-perkara besar kita

Garam dan Terang dunia Reflesi Khotbah Matius 5:13-20

Kamu Adalah Garam Dunia Garam dan terang merupakan analogi yang konkret, sederhana namun sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Nilai kegunaan garam dan terang tidak perlu diiklankan, namun semua orang mengetahui manfaatnya. Garam dapat dipakai untuk mengawetkan ikan, memberi cita-rasa dalam makanan, menyuburkan tanaman, dan sebagainya. Kehidupan kita sehari-hari juga sangat membutuhkan terang. Tanpa terang, kita tidak dapat melihat dan melakukan aktivitas. Makna garam dan terang merupakan analogi yang dipakai oleh Tuhan Yesus untuk menjelaskan suatu nilai dan manfaat hidup yang begitu penting. Kehidupan yang tidak dapat memberi nilai dan manfaat merupakan kehidupan yang sia-sia dan tak layak dijalani. Sebab apa artinya bila hidup kita ternyata membawa kerusakan, kesedihan dan penderitaan bagi sesama? Namun yang mengejutkan, ternyata Tuhan Yesus tidak berkata: “Jadilah garam dan terang dunia”, tetapi: “Kamu adalah garam dan terang dunia”. Kedua kalimat tersebut tampaknya m