Kamis, 12 Juli 2018

Menyikapi Hal Kecil

Yesus menyatakan pengajaran-Nya dengan menggunakan perumpamaan.  Tujuannya adalah agar  mudah dipahami orang pada waktu itu dan masa kini.  Peristiwanya sudah lampau, namun makna dari perumpamaan itu terus bergema hingga saat ini.  Yesus memberikan perumpamaan Kerajaan Allah seperti biji sesawi yang ditanam dan memberikan hasil yang besar.

Kerajaan Allah adalah khiasan yang ingin menggambarkan kuasa Allah dalam suatu keadaan.  Allah berkuasa sepenuhnya di dalamnya.  Hadirnya Kerajaan Allah membuat manusia dapat menjalani kehidupannya dalam kuasa pimpinan Allah.

Hal Kerajaan Allah digambarkan seumpama biji sesawi.  Dalam kehidupan sehari-hari orang Yahudi sangat memahami biji sesawi sebagai biji yang paling kecil dari segalah biji.  Biji yang paling kecil itu setelah ditaburkan akan menjadi tumbuhan yang besar dan kuat.  Sesuatu yang kecil dan tidak bermakna jika didiamkan saja selamanya akan menjadi tidak berguna.  Jika diserahkan dalam kuasa Allah, maka akan menghasilkan manfaat besar dalam kehidupan.

Seperti biji yang ditanam akan menjalani proses dari Allah ketika mengalami pertumbuhan sampai menjadi pohon yang besa, demikian juga hal kecil yang membat kita tak berarti jika semuanya diserahkan kepada Allah akan memberikan hasil yang berguna.  Menyadari hal ini, manusia perlu memilki pengertian yang benar akan Kerajaan Allah.  Mereka perlu mamahami bahwa dalam setiap situasi Allah menyatakan kehendak-Nya.  Semuanya ditujukkan bagi kehidupan manusia lebih baik.

Kita perlu menjalani hidup ini dengan mengandalkan kuasa Allah. Jangan membandingkan didiri sendiri dengan orang lain. Karena kita dapat putus asa jika membandingkan kesusahan yang sedang dialami dengan keberhasilan yang dimiliki orang lain.  Serahkanlah semua hal yang kita rasakan kepada Allah semata. Bagaimanapun Dia adalah Bapa kita dan kita adalaa milik-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makna Sebuah Kemerdekaan

Nats: Gal 5:4-15 5:4 "Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih k...