Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Ketika Manusia Berusaha Menandingi Allah

Gambar
Kisah Para Rasul 12:20-233 Siapa sih yang tidak mau menjadi yang terbaik ? Jika keinginan tersebut diimbangi dengan niat dan tindakan yang baik, maka hal itu berdampak positif.  Sayangnya kerap kali keinginan tersebut dibarengi dengan niat negatif.  Demi menjadi pribadi yang hebat, teratas, dan terkuat, maka segalah cara pun dihalalkan.   Herodes sendiri berupaya dengan gigih untuk terus menerus untuk menjadi populer dan termasyur diantara rakyatnya.  Berbagai cara ditempuhnya, mulai dengan upaya pemberlakuan hukuman mati bagi Petrus (Kisah. 12:19) sampai monopoli bidang ekonomidan pangan di wilayah tetangga yang tidak dapat secara langsung dikendalikan (Kis. 12:20).  Berbagai kebijakan diberlakukan agar para petinggi dari wilayah tetangga, seperti Tirus dan Sidon, datang menghadap Herodes dan memohon belas kasihan.   Pada saat Herodes menerima kedatangan para petinggi tersebut, ia memperlihatkan kehebatan dan keagungannya di hadapan rakyat dengan mengenakan pakaian keraj

Pedang Atau Yesus

kisah Para Rasul 12:1-19 Gereja di Yerusalem sedang mengalami tekanan yang berat.  Herodes Agripa I baru saja membunuh Yakobus. Dia juga menangkap Petrus dan memenjarakannya dengan pengawalan yang ketat.  Petrus dijaga oleh empat regu yang terdiri atas empat orang.  ini memungkinkan adanya perubahan waktu jaga setiap enam jam atau setiap tiga jam pada malam hari.  Bahkan Petrus harus tidur dirantai diantara dua penjaga.  Benar-benar tidak ada harapan untuk kabur.  Meski demikian, jemaat Kristus dengan tekun mendoakanya kepada Allah.  Sebab Allah lah satu-satunya pengharapan mereka.  Dalam iman, mereka yakin bahwa Allah akan menolong Petrus, sebagaimana Allah telah melepaskannya dari dua pemenjaraan sebelumnya.  Malaikat Allah melepaskan rantainya, menuntunnya melewati dua tempat kawal dengan aman.  Bahkan malaikat tersebut membukakan pintu gerbang besi sehingga Petrus bisa keluar dari penjara dan menuntunnya sampai ke ujung jalan.  Malam itu juga Petrus pergi ke perkumpulan jemaat

Dengan Tuhan Siapa Takut

Gambar
Kejadian 32:1-21 Takut merupakan bagian dalam kehidupan manusia.  Kita sebagai orang percaya, kadang juga di hantui rasa takut.  Tentu saja, ini hal yang lumrah.  Masalahnya adalah bagaimana kita menyikapinya?  Allah selalu menyartai Yakub, baik ketika hidup bersama Laban, maupun saat meninggalkan ruamah Laban.  Allah selali menyertainya.  Kehadiran Esau sangat meresahkannya. Peristiwa masa lalu, ketika ia merampas hak kesulungan dan berkat untuk Esau, masi menghantuinya.  Penyertaan Allah seolah kurang menjamin keselamatan dirinya.  Bayang-bayang kemarahan Esau tampak lebih besar dan menutupi keagungan perlindungan Allah. Yakub memandang masalahnya lebih besar dari Tuhan pencipta. Untuk menutupi ketakutannya, Yakub rela menyebut dirinya hamba dan menyebut Esau sebagai tuan.  Tidak cukup disitu, upeti pun disiapkan demi meluluhkan hati Sang Kaka.   Layaknya dua sisi kepingan koin, demikian kecamuk perasan Yakub.  Sisi yang satu , ia percaya kepada Tuhan.  Namun disi

Jangan Main Perintah

Gambar
1 Petrus 5:1-11 Jangan dengan terpaksa dan mencari keuntungan diri sendiri, melainkan dengan sukarela dan pengabdian diri.  Begitulah perintah Petrus untuk penatua gembala jemaat.  Penatua dalam jemaat Petrus belum menjadi suatu jabatan resmi gereja.  Mereka adalah orang-orang yang dianggap dapat memimpin jemaat karena umurnya lebih senior dan sudah lama menjadi orang kristen.  Di tengah tekanansosial yang tidak bersahabat terhadap gereja, kepemimpinan yang berkualitas sangat dibutuhkan jemaat.  Dalam bagian ini Petrus menunjukkan semagat kepemimpinan kolegial (sederajat) dengan menyapa sebagai sesama teman penatua, bukan sebagai rasul seperti sebelumnya (1 Pet. 1:1). Nasihat Petrus kepada para penatua sangat jelas, yaitu  "Jangalah kamu main perintah, melainkan jadilah teladan". Artinya, penatua tak boleh memimpin dengan tangan besi.  mereka harus mampu memberikan inspirasi dan menjadi teladan bagi jemaatnya. Dengan kerendahan hati, rasa hormat dari kaum muda dapat

Berkuasa Tetapi Peduli

Gambar
Mazmur 33 Salah satu arti dari dari kuasa adalah wewenang atas sesuatu atau untuk menentukan sesuatu.  Dalam arti demikian, seorang yang berkuasa bisa menggunakan kekuasaannya kepada yang di kuasainya ? Saat membaca Mazmur 33 ini terbayang mengenai kekuasaan Tuhan.  Kekuasaannya tampak dalam alam.  Langit dijadikan hanya oleh firman-Nya, air laut bisa di kumpulkan-Nya dan samudera dapat diwadahinya.  Kekuasaan-Nya dibandingkan dengan berbagai kekuatan yang sering kali diandalkan oleh manusia.  Kalau raja-raja memiliki kekuasaan, maka kuasa Tuhan jauh melampaui mereka.  Jika dibandingkan dengan kekuatan seorang pahlawan, maka kekuatan tuhan tidak ada batasannya.  Kuda yang hebat pun tidak sehebat Tuhan.  Namun, Tuhan yang berkuasa itu tidak digambarkan sebagai penguasa yang arogan.  Karena Dia tidak bertindak sewenang-wenang.  Malahan Dia peduli dengan ciptaan-Nya.  Dia memandang dari surga untuk menilik anak-anak manusia.  Bahkan Pemazmur menggambarkan bahwa Tuhanlah Sumber

Menaklukkan Tamu Tak Diundang Sebuah Tinjaun INTEGRATIF Psikotheologi

PENDAHULUAN Oleh:Y. Aleng Frasa   “Tamu Tak Diundang” pada judul karya tulis ini adalah penafsiran Saya pada narasi 2 Samuel 12, ketika Natan menyampaikan teguran Tuhan pada Daud. Dan nabi Natan memberikan perumpamaan dan memakai kata “mendapat tamu” dalam terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan Baru, sedangkan oleh KJV memakai kata “a traveler,” yang merujuk pada nafsu atau hawa nafsu yang memicu Daud melakukan dosa perzinahan atau hubungan sek dengan wanita bukan istrinya. Alkitab mengajarkan kepada orang Kristen untuk memahami hidupnya sebagai orang-orang yang kudus dan melandaskan seluruh sikap dan tingkah lakunya dalam kerangka pengertian seperti itu. Akar kata benda Ibrani kekudusan  קדש) ) dan kata sifat kudus ( קאדש ) diartikan ‘dipisakan/set apart’ lawan katanya cemar, umum (Imamat 10:10). Istilah ini dipergunakan untuk mengartikan sifat dasar Pribadi atau aktifitas Allah  yang berbeda dari yang cemar atau umumnya, menandakan bahwa Allah wholly other,

Prasmanan

Gambar
Mazmur 36 Mendengar kata prasmanan, rasanya tiap orang akan berpikir mengenai jamuan makan.  Ya, prasmanan merujuk pada jamuan makan dimana para tamu dipersilahkan untuk mengambil makannya sendiri yang telah disediakan di meja sesuai dengan kebutuhan dan selerah massing-masing.  Dengan demikian, setiap orang diberi kebebasan untuk memilih berapa banyak makanan yang hendak disantapnya. Dalam karya-Nya, Tuhan meciptakan manusia dengan begitu istimewanya.  Manusia diberi kebebasan untuk berpikir dan bertindak.  Karena itu, dalam relasi dengan Allah, manusia bisa memilih untuk mendekatkan atau menjauh.  Manusia bisa juga memilih untuk mendengarkan Firman Tuhan, memperhatikannya, atau menolak Firman itu dan melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Mazmur hari ini menunjukkan keberadaan dua cara pulihan itu.  Ada orang yang hati dan hidupnya dipenuhi dosa dan perilaku jahat.  Ada pula orang benar yang berlindung dalam naungan sayap Tuhan.  Keduanya sama-sama ciptaa

Pemeliharaan Allah yang Sempurnah

Gambar
Markus 4:26-29 Yesus kembali menjelaskan Kerajaan Allah dengan benih yang ditabur.  Pertumbuhan benih sampai menjadi pohon berada dalam kuasa Allah.  Manusia hanya tinggal merasakannya.  Allah akan mengerjakan bagian utamanya, yaitu memberikan pertumbuhan. Manusia tidak dapat memstikan jalannya pertumbuhan, mereka hanya bisa melihat saja. Walau bukan manusia yang mengusahakan pertumbuhan tersebut, manusia dapat menikmati buahnya.  Ini sungguh anugerah.   Hal Kerajaan Allah seperti benih yang bertumbuh sampai menghasilkan buah.  Segalah sesuatu akan berkembang, sesuai prosesnya.  Manusia adalah mahluk terbatas karena terikat ruang dan waktu.  Keberadaannya dibatasi ruang dan waktu.  Dengan perumpamaan ini, Yesus ingin membimbing umat-Nya agar dapat memahami cara kerja Allah yang agung dan mulia dalam kehidupannya.  Manusia tidak dapat memperlambat ataupun mempercepat kehidupannya.  mereka hanya bisa menjalani setiap saat dengan penuh perhatian supaya mendapat kehidupan denga