Kamis, 23 Agustus 2018

Dengan Tuhan Siapa Takut

Kejadian 32:1-21

Takut merupakan bagian dalam kehidupan manusia.  Kita sebagai orang percaya, kadang juga di hantui rasa takut.  Tentu saja, ini hal yang lumrah.  Masalahnya adalah bagaimana kita menyikapinya? 

Allah selalu menyartai Yakub, baik ketika hidup bersama Laban, maupun saat meninggalkan ruamah Laban.  Allah selali menyertainya.  Kehadiran Esau sangat meresahkannya. Peristiwa masa lalu, ketika ia merampas hak kesulungan dan berkat untuk Esau, masi menghantuinya.  Penyertaan Allah seolah kurang menjamin keselamatan dirinya.  Bayang-bayang kemarahan Esau tampak lebih besar dan menutupi keagungan perlindungan Allah. Yakub memandang masalahnya lebih besar dari Tuhan pencipta.

Untuk menutupi ketakutannya, Yakub rela menyebut dirinya hamba dan menyebut Esau sebagai tuan.  Tidak cukup disitu, upeti pun disiapkan demi meluluhkan hati Sang Kaka.  

Layaknya dua sisi kepingan koin, demikian kecamuk perasan Yakub.  Sisi yang satu , ia percaya kepada Tuhan.  Namun disisi yang lain, ia takut kepada Esau. 

Sepertinya, kita juga sering seperti Yakub.  Ada kalanya kita percaya kepada Tuhan.  Namun pada saat kita menghadapi perkara besar, kita sering kali malah merasakan takut dan mulai meragukan-Nya

Karena ketakutan itu, kita kerap jatuh dalam dosa.  Misalnya, dalam urusan tertentu yang rasanya sulit, kita lebih memilih jalan keluar dengan melakukan korupsi.  Suap kita jadikan sebagai pelicin pemecah masalah.  

Dengan tindakan koruptif sesungguhnya kita seolah sedang meraguka bahwa Dia tak bisa menolong kala  masalah datang mendera.  

Melalui bacaan ini, kita kembali disegarkan dan dikuatkan.  Beriman kepada Allah, berarti kita menjalani hidup bersama-Nya.  Kita memercayakan segalahnya kepada dia tanpa kekhawatiran yang berlebihan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imanuel Di tengah Pandemi

 Nats: Ayb 2:10 "Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari A...