Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

TENANGLAH, JANGAN PANIK

Gambar
Keluaran 14:1-14 "Jika lift macet, TENANGLAH, JANGAN PANIK!" Demikianlah peringatan bagi para pengguna lift.  Yang harus dilakukan ketika tiba-tiba lift berhenti bekerja adalah menguasai diri agar tetap tenang.  Kepanikan tidak akan menyelesaikan persoalan, membuat kita tidak mampu berpikir jernih, yang akhirnya membuat kita semakin takut. Demikian pulalah yang terjadi dalam diri umat Israel.  Mereka panik karena terkurung antara Laut Taberau di depan dan tentara Mesir di bawah pimpinan Firaun di belakang.  Kepanikan itu membuat mereka tidak lagi berpikir jernih.  Mereka lupa akan semua yang telah dilakukan Allah bagi mereka.  Sepuluh tulah seolah sirna. Berkaitan denga tulah ke 10, mungkin saja dalam benak orang Israel telah terbayangkan betapa ngerihnya balas dendam orang Mesir itu, yang telah kehilangan anak sulung mereka.  Pada titik itulah orang Israel mulai menyalahkan Musa.  mereka menganggap dia merupakan biang keladi dari situasi yang dihadapi.  Mereka meman

MENYIKAPI TUDUHAN

Gambar
Kisah Para Rasul 6:8-15 Ada Pepata jawa: " Jujur Ajur",   artinya tertimpa kehancuran atau hal hal yang buruk.  Pepata ini ada benarnya.  Karena orang yang baik, jujur, dan berintegritas sering kali dibenci dan difitnah oleh orang fasik. Kisah Stefanus merupakan contoh nyata.  Ia dikenal sebagai orang saleh yang dipenuhi Roh Kudus dan memiliki karunia untuk melakukan banyak tanda ajaib, tetapi juga sangat berhikmat.  Hal ini tampak saat Stefanus berdebat dengan beberapa anggota jemaat Libertini, orang Yahudi dari Kilikia dan Asia.  Dalam debat tersebut, mereka kalah berargumen dengan Stefanus.  untuk menutupi rasa marah dan malu, mereka menyebar hasutan dan fitnahan diantara jemaat bahwa Stefanus telah menghujat Musa dan Allah.  bersama dengan para tua-tua dan ahli taurat, mereka menuding Stefanus telah melakukan penodaan agama.  Itu sebabnya Stefanus diseret ke Mahkama Agama untuk diadili. Dalam pengadilan agama, tuduhan kepada Stefanus bertamba berat.  Ia dituduh b

POSITIF TERHADAPA KRITIK

Gambar
Kisah Para Rasul 6:1-7 Apabilah sebuah komunitas dapat bertumbuh, maka hal itu mendatangkan sukacita, baik secara kuantitas maupun secara kualitas.  Namun, semakin berkembang sebuah komunita berarti pula semakin banyak permasalahan dan semakin besar tanggung jawab yang harus dipikul.  Karena itu, sikap yang tepat dalam merespon sebuah kritik menjadi hal yang sangat penting dalam pelayanan.  Gereja mula-mula juga tidak luput dari masalah, yakni pelayanan terhadap janda-janda orang Yahudi yang berbahasa Yunani terabaikan.  Mereka merasa diabaikan dan diperlakukan tidak adil sehingga menimbulkan sungut-sungut.  Masalah tersebut sampai ke telinga kedua belas rasul.  Alih-alih mengabaikannya, atau mencari "kambing hitam", kedua belas rasul itu mengumpulkan semua murid untuk melakukan klarifikasi, yaitu: Pertama, masalah yang muncul merupakan persoalan bersama dan harus diselesaikan.  Bukan semata-mata mewakili golongan atau kelompok tertentu (6:2). Kedua, memberikan solusi