Jumat, 02 November 2018

MENYIKAPI TUDUHAN

Kisah Para Rasul 6:8-15

Ada Pepata jawa: "Jujur Ajur",  artinya tertimpa kehancuran atau hal hal yang buruk.  Pepata ini ada benarnya.  Karena orang yang baik, jujur, dan berintegritas sering kali dibenci dan difitnah oleh orang fasik.

Kisah Stefanus merupakan contoh nyata.  Ia dikenal sebagai orang saleh yang dipenuhi Roh Kudus dan memiliki karunia untuk melakukan banyak tanda ajaib, tetapi juga sangat berhikmat.  Hal ini tampak saat Stefanus berdebat dengan beberapa anggota jemaat Libertini, orang Yahudi dari Kilikia dan Asia.  Dalam debat tersebut, mereka kalah berargumen dengan Stefanus.  untuk menutupi rasa marah dan malu, mereka menyebar hasutan dan fitnahan diantara jemaat bahwa Stefanus telah menghujat Musa dan Allah.  bersama dengan para tua-tua dan ahli taurat, mereka menuding Stefanus telah melakukan penodaan agama.  Itu sebabnya Stefanus diseret ke Mahkama Agama untuk diadili.

Dalam pengadilan agama, tuduhan kepada Stefanus bertamba berat.  Ia dituduh bukan hanya menghujat Musa dan Allah, tetapi juga menghina kewibawaan Bait Allah dan Hukum Taurat.  Sempurnahlah rekayasa mereka yang sangat jahat dan keji itu demi mebinasakan Stefanus.

Apakah reaksi Stefanus saat mendengar semua tuduhan palsu yang dilontarkan orang-orang yang memusuhinya? Ia mengambil sikap diam.  Tidak ada sepata kata pun yang terlontar dari mulutnya untuk membela diri. Hatinya sangat damai dan tentram.  Tidak ada ketakutan dan khawatiran tampak di wajahnya.  Ia menyerah sepenuhnya kepada Yesus yang diimaninya. Tatapan matanya memancarkan ketulusan dan kejernihan hatinya.  wajahnya spererti wajah seorang malaikat.

Bagaimana dengan kita saat difitnah orang?  Marah, panik, takut, atau gelisa? Marilah kita belajar dari Stefanus untuk tetap tenang dalam kondisi apapun dan menyerahkan semuanya kepada rahmat Allah.  Stefanus agaknya tahu bahwa pasrah merupakan sikap terbaik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makna Sebuah Kemerdekaan

Nats: Gal 5:4-15 5:4 "Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih k...