Sabtu, 29 Desember 2018

Memahami Penderitaan Part#3: Kehilangan Orang yang Dicintai untuk Selamanya

Teks Alkitab
Ayub 1:20-23
"Ayub 1:20-22 (TB) Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut."

     Bagian ke 3 dari artikel berikut masih didasarkan pada refleksi narasi Ayub yang kehilangan segala sesuatu dalam hidupnya, tak terkecuali kesepuluh anak yang menjadi simbol kehidupan yang dimilikinya, telah hilang dari hidupnya untuk selamanya. Sebuah peristiwa yang layak disebut tragedi, membutuhkan kejujuran terdalam untuk mengakuinya dan kekuatan extra pula, baik secara mental, fisik, rohani untuk memahami serta melampauinya. Tapi bukan berarti tak bisa dilampaui..karena hal-hal sukar dalam hidup ini seringkali juga merupakan penanda tentang adanya faktor X yang akan muncul juga bangkit pada hidup orang tersebut, dimana itu mungkin belum tampak sebelumnya.
     KESEPIAN dan RASA TIDAK BERDAYA menjadi situasi kejiwaan yang muncul begitu saja, tak terhindarkan. Pertanyaan bisa saja menyeruat dalam hati, "Apa mungkin Saya sanggup menghadapi kehidupan di depan tanpa kehadirannya? Apa mungki  Saya sanggup membesarkan anak seorang diri? Apa mungkin Saya kuat melewati masa sulit di hari besok? Apa mungkin Saya bisa hidup lagi tanpa keberadaan dirinya di sampingku?" Dan mungkin masih terdapat sederet pertanyaan lainnya.
     DEPRESI dan KESEDIHAN. Bagian tak terelakkan kemudian..seringkali terbersit pikiran "Apakah hidup ini masih layak Saya jalani seorang diri saja, tanpa orang yang Saya cintai? Sudah barang tentu, perasaan dan suasana seperti di atas pasti terjadi. Akan tetapi berlama-lama tingggal dan terbenam dalam nuansa KESEPIAN, RASA TIDAK BERDAYA, DEPRESI, KESEDIHAN adalah pilihan yang tidak seimbang dengan hidup yang Tuhan anugerahkan, karena hidup milik Tuhan Yesus, dan IA memahami sutuasi terburuk yang bisa dirasa dan alami oleh setiap kita.
     Saya ingin menyarankan beberapa sikap berikut untuk seseorang yang kehilangan orang yang dicintainya, akhirnya mampu MELAMPAUI hal tersulit dalam hidupnya, yaitu: Pertama, Tetap Miliki Pengharapan. Harapan menandakkan adanya sebuah kehidupan dalam diri seseorang. Seperti Pemazmur berkata, "Topanglah aku sesuai dengan janji-MU, supaya aku hidup, dan janganlah membuat aku malu dalam pengharapanku." Kemudian ia juga melanjutkannya demikian, "Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-NYA lah harapanku,..Berbahagialah orang yang memiliki Allah Yakub sebagai Penolong, yang harapannya pada Tuhan, Allahnya." Lantas penyair kita Amsal berkata, "Harapan orang benar akan menajdi sukacita,..." SANGAT LUAR BAIASA BUKAN? Putuskan hari ini bagi dirmu untuk memiliki harapan pada Tuhan Yesus, itu tak akan sia-sia.
     Kedua adalah Beri Hatimu Dipulihkan dan Ditata Kembali. Saudara bayangkan, jika orang yang engksu cintai ada disampingmu, maka ia akan sangat bersemangat, senang, bahagia manakala menjumpai Saudara dalam keadaan yang baim-baik saja, semua berjalan dengan bemar dan tertata, kehidupan yang dilangsungkan secara normal dan terarah. 
Demikianlah seseungguhnya pilihan hidup yang harus dibuat. Ingatlah bahwa Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Percayalah bersama Tuhan Yesus engkau bisa, engkau mampu, dan percayalah dengan semua kemampuan yang telah Tuhan taruh ke dalam dirimu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makna Sebuah Kemerdekaan

Nats: Gal 5:4-15 5:4 "Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih k...