Kamis, 03 Januari 2019

Cara Membuat Hidup Ini Indah

Amsal 3:5-10 (TB):

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu. Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

     Hidup yang indah itu tidak harus berbiaya mahal, dan bukan berarti pula dijalani tanpa persoalan. Indah itu diartikan kualitas atau sesuatu yang bermutu dalam diri seseorang yang memberikan kesenangan pada perasaan, pikiran dan rohnya.
     Inilah CARA sederhana untuk menjadikan harimu indah, yaitu:
pertama wujudkan kepercayaanmu pada Yesus Kristus. Iman atau Kepercayaan itu tidak berhenti pada suatu keyakinan atau pengakuan semata, akan tetapi hendaknya diwujudkan pada praktek-praktek sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Doa atau saat teduh pribadi wujud paling mudah dan sederhana, yang semestinya tidak memerlukan banyak tenaga, pikiran apalagi uang, kecuali komitmen. Ambilah waktu doa setiap pagi-pagi buta untuk memulai harimu, sertakan penyembahan pribadi pada Tuhan dan luangkan waktu membaca Alkitab serta merenungkan, dan jika Saudara cukup rajin dan terbiasa buatlah catatan atasnya.
     Kedua, ciptakan perilaku-perilaku berdasarkan pengakuanmu atas KEMAHATAHUAN ALLAH. Perilaku-perilaku dalam kehidupan seseorang adalah kumpulan kebiasaan yang diulang-ulang. Hal tersebut bisa terpancar dalam cara bekerja, berbicara, membangun hubungan baik suami istri, orang tua dan anak, sesama, rekan kerja, rekan bisnis, teman di lingkungan tempat tinggal, teman sekolah, dsb. Akan tetapi, keserampangan dalam berperilaku kerap terjadi dalam beragam aspek kehidupan, bukan karena tidak memiliki iman, atau kurang iman, tetapi kurang membiasakan diri menilai keseharian dari aspek Alkitab, yang menjadi landasan iman dipijakkan. Alhasil, kehilangan pembeda tentang cara hidup orang yang menaruh iman pada Kristus dan yang tidak. Situasi demikian ini tidak jarang menimbulkan tekanan di dalam suasana batin diri sendiri, sehingga itu semua bermuara pada suasana hidup yang dijalani. Jadi, mulailah sekarang, pastikan perilaku-perilaku yang engkau tunjukkan pada setiap aktivitasmu hari ini.
     Ketiga, sadari akan limitasi atau keterbatasan yang engkau miliki. Saudara diciptakan dengan beragam potensi, kemampuan dan ketrampilan, tetapi tetap manusia yaitu makhluk tertinggi Tuhan dengan keterbatasan. Kadang keterbatasan-keterbatasan itu juga muncul dalam proses, waktu dan usia yang berjalan dimana itu tak terhindarkan. Tapi perlu diingat, bahwa memahami daan mengakui keterbatasan bukan untuk tujuan menjadi alasan tak berdaya, terpuruk apalagi kecewa. Tetapi tujuan kekalnya adalah engkau belajar bergantung pada Allah yang telah menciptkanmu. Selain itu, hal itu menunjukkan bahwa engkau punya Allah, yang dikenal dalam Yesus Kristus, yang memahami kelemahan, keterbatasan, persoalanmu dengan sangat rinci, sehingga IA pun tahu cara dan jalan apa yang terbaik untuk membuat harimu INDAH dan MENYENANGKAN.
     Oleh karena itu, jika setiap hari bisa DIBUAT INDAH, mengapa DIBUAT BURUK dan JELEK ? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imanuel Di tengah Pandemi

 Nats: Ayb 2:10 "Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari A...