Jumat, 13 Desember 2019

STOP Menjadi Hakim Bagi Sesamamu!!




Judul: STOP Menjadi Hakim!
Nats: Mat. 7:1-5

Jangan kamu menghakimi , supaya kamu tidak dihakimi.  7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.   7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Dewasa ini manusia semakin sering menjadi hakim bagi sesamanya. Yang dimaksud menjadi hakim adalah merasa paling benar dibandingkan dengan sesamanya. Hal ini semakin terlihat di banyak tayangan yang muncul di televisi dan media sosial, dimna banyak orang yang menghujat sesamanya dan merasa diri paling benar. Tak ayal tindakan seperti ini justru menimbulkan konflik yang berujung kepada pertengkaran.

Yesus mengajarkan agar orang percaya tidak menghakimi sesamanya. Ajakan ini ditegaskan dengan perumpamaan bahwa manusia harus mengeluarkan balok di matanya baru bisa mengeluarkan selumbar di sesamanya. Perumpamaan ini pada dasarnya memiliki arti yaitu kita perlu mengkoreksi diri terlebih dahulu barulah bisa membantu sesama mencari kesalahannya. Dengan demikian, kita sebagai orang percaya tidak akan menghakimi sesama. Lebih lanjut,Yakobus menasehatkan bahwa orang percaya hendaknya cepat mendengar, lambat berbicara dan lambat bertindak (Yak 1:19) atau dengan kata lain menjadi bijaksana. Menjadi bijaksana penting adanya agar seseorang tidak menghakimi sesama. 

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segarkan Hidup Setiap Hari

 Nats: Mzm 52:8-9 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r   akan kasih setia Allah untuk s...