Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Iman yang sejati

Gambar
Judul: Iman sejati Nats: Yak. 2:14-26. " Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan    ?    Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Dalam perikop ini Yakobus ingin menegaskan bahwasanya iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati. Disebut mati karena iman tersebut tidak dapat berdampak bagi orang lain. Dengan kata lain iman yang tak berdampak bukan iman yang sejati. Iman yang sejati haruslah berdampak. Dampak yang dimaksud adalah dapat dilihat buahnya dalam kehidupan sehari-hari. Yakobus memberikan contoh tentang Abraham dan Rahab. Kedua tokoh ini dibenarkan bukan hanya karna imannya tapi karena banyak orang melihat buah atas iman mereka. Maka dari itu kita sebagai orang percaya kepada Kristus harus bisa menunjukkan bukti iman kita. Bukti tersebut diwujudkan dengan kita menjadi berkat bagi sesama.  By: Felix Justian

Resep kebahagiaan sejati

Gambar
Judul: Resep kebahagiaan sejati Nats: 1Tes 5:16-18. " 5:16  Bersukacitalah senantiasa.    5 :17  Tetaplah berdoa   .     5:18  Mengucap syukurlah dalam segala hal,    sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Sejatinya manusia ingin kebahagiaan di dalam hidupnya. Menurut ukuran dunawi kebahagiaan diukur dari sandang, pangan dan papan yang mewah. Saat seseorang benar-benar memiliki 3 hal tersebut maka secara langsung ia bisa dikatakan bahagia. Namun demikian, orang percaya memiliki resep yang berbeda dengan orang duniawi berkaitan dengan kebahagiaan. Resep pertama adalah bersukacita. Bersukacita berbicara tentang menerima keadaan apa adanya. Setiap kejadian yang terjadi entah baik atau buruk pasti memiliki arti. Maka dari itu sebagai orang percaya harus bersukacita. Ini dikarenakan pasti ada makna di setiap kejadian yang ada di hidup kita Resep kedua adalah tetap berdoa. Berdoa sejatinya adalah bentuk kebahagiaan dalam kehidupan orang percaya. I

Totalitas dong

Gambar
Judul: Totalitas dong Nats: Kol. 3:23 "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." Cristiano Ronaldo adalah salah satu pesepakbola sukses di dunia. Ia memenangkan 5 balon Do'or selama karirnya. Dalam karirnya ia mengaku selalu berlatih dengan totalitas agar memberikan yang terbaik bagi timnya. Ini menyebabkan timnya sering meraih kemenangan alam setiap ajang. Totalitas sejatinya harus dimiliki oleh setiap orang terlebih lagi orang percaya. Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Paulus menekankan betapa pentingnya sebuah totalitas. Totalitas bisa dilihat dalam 2 aspek. Aspek pertama adalah segenap hati. Setiap manusia yang totalitas dalam melakukan sesuatu pasti melakukannya dengan segenap hati. Yang dimaksud dengan segenap hati adalah melakukan segalanya dengan ikhlas. Aspek kedua adalah melakukan seperti untuk Tuhan. Melakukan seperti untuk Tuhan berbicara tentang integritas. Integritas adal

Hati-hati Gunakan Lidahmu

Gambar
Judul: Hati2 Gunakan Lidahmu Nats:  Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan    perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.  3:6  Lidahpun adalah api,  ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh   dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.   3:7  Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,  3:8  tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun     yang mematikan.  3:9  Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa   Allah,  3:10  dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku

Filosofi Samurai

Gambar
Judul : Filosofi Samurai Isi : Samurai merupakan sekumpulan prajurit perang yang eksis di jepang mulai abad ke 12. Pada abad tersebut Samurai dijadikan prajurit militer untuk melindungi daimyo(petinggi desa). Ini dikarenakan sering terjadi perang yang mengancam nyawa para daimyo. Maka dari itu Samurai ditugaskan untuk melindungi para daimyo. Dalam peperangan para Samurai menggunakan senjata jarak dekat yaitu pedang. Pedang yang dipakai samurai terdiri dari dua jenis yaitu katana dan shoto. Katana adalah pedang yang memiliki panjang lebih dari 24 inci sedangkan Shoto kurang dari 24 inci (12-24 inci). Lebih lanjut, Samurai menggunakan baik katana dan shoko secara bersamaan. Penggunaan dua pedang ini bertujuan untuk lebih unggul dalam perang. Samurai pada dasarnya memiliki berbagai filosofi yang sangat menarik. Filosofi pertama adalah Bushido. Bushido adalah sumpah setia para Samurai pada atasannya untuk melindungi bahkan sampai mengorbankan nyawa. Filosofi kedua adalah Seppuku.

Memaknai Sabat

Gambar
Judul: Memaknai Sabat Nats: Mat. 12:1-14 " Pada waktu itu, pada hari Sabat   , Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum  dan memakannya.  12:2  Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.     12:3  Tetapi jawab Yesus kepada mereka:  "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,     12:4   bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?     12:5   Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat   di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?   12:6   Aku berkata kepadamu: Di sini   ada yang melebihi Bait Allah.   12:7   Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan b