Kamis, 09 April 2020

Jangan suam-suam kuku

Judul: Jangan suam-suam kuku
 Nats: Wahyu 3:16-18
"3:16: Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. 3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, 3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

Wahyu 3:16-18 adalah nasehat sekaligus peringatan kepada jemaat di Laodikia. Jemaat di Laodikia dikenal sebagai jemaat yang suam-suam kuku. Banyak hamba Tuhan menafsirkan kata ini sebagai kualitas rohani yang tidak seturut dengan kehendak Tuhan. Namun demikian, benarkah pengertian seperti ini? 

Sebelumnya memasuki makna dari suam-suam kuku ada baiknya kita melihat seperti apa kota Laodikia. Laodikia yang terletak di Lembah Lycus. Kota ini didirikan oleh Antiochus dari Syria pada tahun 250 SM, sesuai nama istrinya Laodice. Kota ini melimpah akan banyak sumber daya khususnya pakaian dan obat-obat an. Namun kelemahan kota Laodikia adalah tidak memiliki sumber daya air sendiri. Rakyat di Laodikia harus mengimpor air melalui kota hieropolis (panas) dan Kolose (dingin). Air panas yang diimpor dari hieropolis berguna sebagai obat, sedangkan di Kolose berfungsi untuk menyejukkan.

Frase suam-suam kuku sejatinya terletak dalam konteks seperti di atas. Artinya yang dimaksud suam-suam kuku adalah tidak bermanfaat  Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa jemaat di Laodikia kehidupannya tidak berdampak bagi orang lain. Maka dari itu Yesus tidak menyukai kehidupan yang demikian. Ketidaksukaan itu dilambangkan dengan kalimat akan dimuntahkan. Kita yang adalah jemaat Kristus hendaknya jangan mencontoh kehidupan jemaat di Laodikia melainkan kita harus berdampak bagi kehidupan orang lain.  

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makna Sebuah Kemerdekaan

Nats: Gal 5:4-15 5:4 "Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih k...